Dukung Ketahanan Pangan, TNI Koramil Panarukan Dampingi Petani Jagung di Situbondo


SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id
– Komitmen TNI dalam memperkuat program ketahanan pangan kembali diwujudkan melalui kegiatan nyata di lapangan. Personel Koramil 0823/05 Panarukan yang dipimpin Pelda Sulaeman melaksanakan pendampingan penanaman jagung bersama kelompok tani di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini tidak hanya sebatas mendampingi petani dalam mengolah lahan, tetapi juga meliputi pemberian pupuk agar kualitas dan produktivitas hasil panen jagung semakin meningkat. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani pun disambut positif oleh masyarakat yang merasa terbantu, baik secara teknis maupun moral.

Menurut Pelda Sulaeman, pendampingan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.

“Kami selalu siap mendukung petani agar lebih bersemangat menggarap lahan, sehingga hasil pertanian bisa meningkat dan ketahanan pangan di wilayah tetap terjaga,” ungkapnya.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya difokuskan pada tahapan penanaman, tetapi juga mencakup upaya menjaga pola tanam berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi tantangan yang kerap dihadapi petani, mulai dari keterbatasan pupuk, perubahan iklim, hingga ancaman hama tanaman.

Melalui sinergi antara TNI dan kelompok tani, diharapkan produksi jagung di Desa Wringinanom semakin meningkat. Jagung sendiri menjadi salah satu komoditas pangan strategis setelah padi, karena tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi bahan baku pakan ternak serta industri pangan lainnya.

“Dengan adanya dukungan dari TNI, kami merasa lebih percaya diri menghadapi musim tanam. Pendampingan seperti ini memberi dorongan moral sekaligus motivasi agar kami bisa lebih serius dalam mengelola lahan,” ujar seorang petani setempat.

Kegiatan yang dilakukan Koramil Panarukan ini sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Situbondo sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian, termasuk jagung, yang mampu menjadi salah satu penopang kemandirian pangan daerah.

Selain memberikan bantuan teknis, TNI juga berperan menjaga semangat gotong royong antarpetani agar produktivitas lahan tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Ketahanan pangan adalah kunci kesejahteraan. Karena itu, apa yang dilakukan bersama petani ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian di tingkat desa hingga kabupaten,” tambah Pelda Sulaeman.
 
Melalui pendampingan ini, diharapkan para petani dapat terus meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mengembangkan pola tanam yang ramah lingkungan. Keberhasilan produksi jagung di Desa Wringinanom juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Upaya yang dilakukan TNI bersama petani di Situbondo menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara aparat negara dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, sektor pertanian diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan ke depan, baik dari sisi perubahan iklim, kebutuhan pangan, maupun dinamika pasar.

Seluruh rangkaian kegiatan pendampingan berjalan lancar dan penuh keakraban. Kehadiran Babinsa di sawah-sawah masyarakat semakin menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

0 Komentar