
Prospek Sektor Properti di Semester II-2025
Pada semester kedua tahun 2025, sektor properti masih menunjukkan prospek yang menarik bagi investor. Berbagai faktor positif seperti perpanjangan insentif PPN DTP hingga akhir tahun dan penurunan suku bunga BI menjadi katalis utama yang mendorong optimisme terhadap kinerja emiten properti.
Analisis dan Rekomendasi Saham Sektor Properti
1. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
PWON diperkirakan akan mencatat pertumbuhan pendapatan berulang yang kuat, mengingat ekspansi Net Leasable Area ritel yang signifikan. Proyeksi penambahan NLA ritel mencapai 297.000 m² dari total eksisting 848.000 m². Selain itu, penambahan kamar hotel bintang 4 dan 5 juga akan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Beberapa proyek strategis yang sedang dikembangkan antara lain kawasan terpadu di Batam dan Semarang, serta pengembangan lanjutan dari Kota Kasablanka tahap 4, Gandaria City tahap 2, dan Pakuwon Mall tahap 5. Proyeksi pendapatan pada 2025 mencapai Rp 6,86 triliun dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 480.
2. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
CTRA menjadi salah satu emiten yang paling diuntungkan dari perpanjangan insentif PPN DTP. Hingga semester I-2025, sekitar 33% dari total marketing sales berasal dari produk yang mendapatkan fasilitas tersebut. Inventaris properti CTRA senilai Rp 1,5 triliun–Rp 2 triliun memenuhi syarat diskon PPN, sehingga memberikan peluang besar dalam meningkatkan penjualan.
Proyeksi pertumbuhan laba bersih setelah pajak (NPAT) pada 2025 mencapai 17%, didukung oleh serah terima unit dari prapenjualan tahun buku 2023 yang tumbuh 24% yoy. Rekomendasi untuk saham ini adalah beli dengan target harga Rp 1.180.
3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
Kinerja marketing sales SMRA diproyeksikan meningkat berkat insentif PPN DTP dan potensi penurunan suku bunga BI. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan permintaan properti, sementara peningkatan belanja pemerintah di semester II-2025 akan memperkuat sentimen pasar.
Meski beban operasional berpotensi naik akibat penyesuaian biaya pemasaran, kontribusinya relatif kecil. Rekomendasi untuk saham SMRA adalah beli dengan target harga Rp 800.
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
BSDE akan mengembangkan proyek hunian premium di Kota Wisata Cibubur melalui anak usaha patungan PT Karunia Sinar Mentari (KSM). Nilai lahan proyek ini mencapai Rp 2,8 triliun, memberikan peluang besar dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.
Target marketing sales BSDE pada 2025 sebesar Rp 10 triliun dinilai realistis, mengingat tren penurunan suku bunga BI. Namun, persaingan antar pengembang akan semakin ketat. Rekomendasi untuk saham BSDE adalah beli dengan target harga Rp 980.
Kondisi Pasar dan Prediksi Masa Depan
Selain faktor-faktor di atas, kondisi pasar properti juga dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti kebijakan pemerintah, tingkat inflasi, dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Investor perlu memantau perkembangan tersebut agar bisa membuat keputusan investasi yang tepat.
Dengan adanya insentif pajak dan penurunan suku bunga, sektor properti memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Namun, penting bagi investor untuk mempertimbangkan risiko dan memantau perkembangan pasar secara berkala.
0 Komentar