Keluar Zona Nyaman, Mahasiswa FEB Unair Raih Juara 2 Kompetisi Bisnis Nasional

Keluar Zona Nyaman, Mahasiswa FEB Unair Raih Juara 2 Kompetisi Bisnis Nasional

Pengalaman Berharga dalam Kompetisi Bisnis Pertama Delvin Erwi Anggara

Langkah awal dalam sebuah petualangan sering kali penuh dengan keraguan dan ketidakpastian. Namun, di beberapa kesempatan, rasa ragu tersebut justru menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh dan mengeksplorasi potensi yang belum terungkap. Seperti yang dialami oleh Delvin Erwi Anggara, seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga angkatan 2024.

Delvin, yang akrab dipanggil dengan nama itu, merupakan putra asli Kota Surabaya. Meski baru saja memasuki dunia perkuliahan, ia telah berhasil meraih prestasi yang menonjol. Sebagai mahasiswa yang masih baru di Jurusan Ilmu Ekonomi, Delvin mengakui bahwa ia belum begitu familiar dengan kompetisi bisnis. Namun, hal ini justru mendorongnya untuk mencoba sesuatu yang baru dan berani mengambil langkah pertama dalam mengikuti kompetisi bisnis.

Menghadapi Tantangan dengan Semangat Tinggi

Delvin memutuskan untuk ikut serta dalam event National Business Case Competition (BCC) yang diselenggarakan dalam ajang National Entrepreneurship Festival 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan jembatan menuju dunia profesional. Dalam kompetisi tersebut, Delvin diberikan real case dari sebuah perusahaan, sehingga dapat mengasah keterampilan analisis, problem solving, dan teamwork—semua hal yang sangat berguna di dunia kerja.

Persiapan awal yang dilakukan Delvin adalah mempelajari berbagai framework bisnis. Selain itu, ia juga mengikuti webinar, membaca studi kasus, dan belajar dari proposal-proposal bisnis yang telah dibuat oleh senior. Proses persiapan ini tidak mudah, tetapi Delvin merasa lebih ringan karena memiliki tim yang solid dan saling mendukung. Meskipun tugas dan jadwal kerja dibagi secara merata, mereka tetap saling membantu dan menyelesaikan setiap kendala bersama.

“Kami bekerja hampir setiap hari, mulai dari jam enam pagi hingga tengah malam,” ujar Delvin. Ia juga mengakui bahwa kehadiran mentor memberinya banyak bantuan dalam menjaga arah ide-ide yang dimiliki agar tetap relevan dan terarah.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun telah melakukan persiapan matang, Delvin mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang ia hadapi selama proses kompetisi. Salah satunya adalah tekanan deadline yang mendesak. Selain itu, ada beberapa framework yang belum selesai, sehingga proposal yang diajukan belum optimal. Masalah lainnya adalah kesalahan dalam perhitungan finance.

Namun, Delvin tetap optimis dan percaya pada kemampuan timnya. “Kadang rasanya progresnya cukup lambat, tapi Alhamdulillah, timku bisa saling back up,” katanya. Ia bersyukur memiliki mentor dan rekan kerja yang siap menopang dan mendukung selama proses kompetisi berlangsung.

Momen Tak Terlupakan

Usaha dan kerja keras Delvin serta tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Mereka berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi tersebut. Kemenangan ini membuat Delvin merasa sangat bersyukur, terutama kepada diri sendiri yang telah percaya pada kemampuannya.

Selain itu, Delvin dan tim memiliki target tak tertulis yang tidak kalah berkesan. “Kalau nggak menang lomba, nggak jalan-jalan ke Yogyakarta,” kenangnya. Celetukan lucu ini ternyata menjadi motivasi tersendiri dalam menjemput kemenangan.

Delvin menyadari bahwa setiap orang memiliki titik permulaan yang berbeda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya percaya diri dan berani melangkah dari zona nyaman. Menurutnya, aksi pertama yang perlu dilakukan untuk membuka horizon lebih luas adalah dengan keberanian mengambil langkah awal.

0 Komentar