Keris Presiden Prabowo Jadi Sorotan Pameran di Surabaya

Keris Presiden Prabowo Jadi Sorotan Pameran di Surabaya

Pameran Keris di Surabaya: Kedua Bilah Keris Presiden Jadi Sorotan

Pameran dan bursa keris yang diselenggarakan oleh Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi di Main Atrium Lantai 2, Fairway Nine Mall Surabaya, Jawa Timur, menjadi perhatian utama para penggemar budaya. Dalam pameran ini, dua bilah keris koleksi Presiden RI Prabowo Subianto menjadi pusat perhatian. Kedua keris tersebut kini menjadi bagian dari Fadli Zon Library setelah dihibahkan langsung oleh Presiden.

Keris-keris ini memiliki gaya khas Bali, dengan satu berasal dari Bali Utara dan satunya lagi dari Klungkung. Mereka memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dan menjadi bukti pentingnya warisan budaya Nusantara. Basuki Teguh Yuwono, Staf Khusus Bidang Sejarah dan Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, menjelaskan bahwa kedua keris ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga sarat makna historis. Ia menyatakan bahwa keris-keris ini merupakan koleksi pribadi Presiden yang telah dibawa ke berbagai negara, menunjukkan kepedulian beliau terhadap budaya perkerisan.

Selama ini, keris-keris ini sering tampil dalam berbagai pameran, mulai dari Tulungagung hingga Bali. Salah satu keris dari Bali Utara memiliki ukuran besar dan memenuhi karakteristik keris dalam lingkungan puri atau kraton Bali. Sementara itu, keris dari Klungkung merupakan pusaka agung khas daerah tersebut, dengan pola pengerjaan yang rapi dan detail.

Kedua keris ini juga melalui proses konservasi pada bagian sarungnya. Sarungnya dihias dengan ukiran bertema dunia pewayangan, menggunakan perpaduan perak dan emas (silih asih), serta warangka dari gading dan hulu yang juga terbuat dari gading. Salah satu hulunya dibuat oleh seniman ternama Ide Bagus, berbentuk figur pertapa tua dengan ukiran halus dan detail tinggi.

Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas seperti Ethnik Indonesia, pesan budaya ini tak hanya tersampaikan di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat internasional lewat strategi pemasaran dan edukasi yang kreatif. Rivo Cahyono, Ketua Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, mengungkapkan bahwa pameran ini bertujuan untuk mengubah stigma negatif terhadap keris di kalangan generasi muda. Ia ingin menggabungkan nilai historis pusaka dengan teknologi masa kini agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga terhadap warisan budaya sendiri.

Menurut Rivo, keris bukan sekadar benda magis yang lekat dengan stigma negatif, melainkan teknologi masa lalu yang sarat kreativitas, doa, dan karya leluhur untuk tujuan mulia. Ia ingin mengangkat kembali kebanggaan pada pusaka melalui pendekatan kreatif, sehingga generasi muda dapat merasa bangga dengan warisan budaya sendiri.

Feri Arlius, Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, menilai sinergi ini sebagai langkah penting dalam menguatkan posisi budaya Indonesia di kancah global. Ia menekankan bahwa kebudayaan adalah soft power yang mampu memengaruhi dunia tanpa kekuatan militer.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengapresiasi acara kolaboratif yang memadukan pameran keris, budaya gamelan, dan kegiatan gaming. Perpaduan unsur tradisi dan hiburan modern ini menjadi bukti Surabaya sebagai kota yang mampu menerima berbagai bentuk kreativitas warganya. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya, termasuk keris dan gamelan yang usianya sudah ratusan tahun.

Perwakilan Kraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH), memberikan apresiasi tinggi terhadap para pelaku usaha dan kolektor yang berkontribusi dalam pameran keris ini. Ia menegaskan bahwa keris telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dan bahwa hari keris nasional diperingati setiap 19 April.

KPH Andi Budi menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Menurutnya, edukasi budaya harus mengikuti zaman agar lebih efektif menjangkau anak-anak muda. Ia juga mengapresiasi Rivo Cahyono yang aktif dalam mengoleksi dan mempromosikan tosan aji.

Dengan pameran ini, Surabaya menjadi tuan rumah yang menampilkan keris pusaka, baik yang lama maupun baru, sebagai bukti kejayaan seni tosan aji Nusantara.

0 Komentar