Koramil Panarukan dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, 2 Ton Beras Ludes Diserbu Warga Situbondo

SITUBONDO – Antusiasme masyarakat tampak memadati halaman Makoramil 0823/05 Panarukan, Kabupaten Situbondo, Senin (25/8/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan berbondong-bondong datang untuk mendapatkan beras murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Koramil Panarukan bekerja sama dengan Bulog. Dalam hitungan jam, sebanyak 2 ton beras atau setara 400 sak ukuran 5 kilogram habis terjual.

Gerakan Pangan Murah ini dipimpin langsung oleh Ws. Danramil 0823/05 Panarukan, Pelda Sulaiman, yang turut mengawasi jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar. Program ini dihadirkan sebagai upaya konkret TNI bersama Bulog untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Melalui sinergi dengan Bulog, kami ingin hadir di tengah-tengah rakyat, membantu meringankan beban mereka, dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga stabil,” ujar Pelda Sulaiman saat ditemui di lokasi kegiatan. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir langsung dalam menjawab kesulitan masyarakat.

Harga beras yang dijual dalam program ini adalah Rp55.000 per sak berisi 5 kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang belakangan ini mengalami fluktuasi. Tak heran, warga begitu antusias untuk mendapatkan beras tersebut. Banyak dari mereka sudah datang sejak pagi, rela antre panjang agar bisa membawa pulang beras murah untuk kebutuhan keluarga.

Bagi masyarakat kecil, program ini tentu sangat membantu. Salah seorang warga Desa Wringi Anom, Siti Khotimah (42), mengaku lega bisa membeli beras dengan harga yang lebih ramah di kantong. “Alhamdulillah, berasnya lebih murah dari pasar. Saya bisa beli dua sak untuk kebutuhan seminggu ke depan. Sangat membantu sekali, apalagi harga beras di pasar naik-turun,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Hal senada disampaikan oleh Misnawati (35), seorang ibu rumah tangga yang datang bersama anaknya. Ia menyebut kegiatan pangan murah ini membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan. “Kalau bisa kegiatan seperti ini sering dilakukan. Kami merasa terbantu sekali, apalagi menjelang akhir bulan saat kebutuhan banyak,” katanya.

Selain memberikan keringanan harga, kegiatan pangan murah ini juga memiliki dampak positif dalam menjaga kestabilan pasokan beras di wilayah Panarukan dan sekitarnya. Dengan adanya distribusi langsung dari Bulog melalui kerja sama dengan TNI, masyarakat bisa mendapatkan jaminan bahwa bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Beras yang dibagikan adalah Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), program resmi dari Bulog untuk menekan inflasi harga pangan di berbagai daerah. Melalui program ini, Bulog memastikan stok beras tetap cukup sekaligus menjaga distribusinya agar merata.

Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat kedekatan Babinsa dengan masyarakat. Selama ini, Babinsa dikenal sebagai garda terdepan TNI AD yang langsung berinteraksi dengan warga di tingkat desa dan kecamatan. Kehadiran mereka dalam program pangan murah menjadi bukti nyata bahwa Babinsa bukan hanya mitra dalam urusan keamanan, tetapi juga sahabat rakyat dalam memperjuangkan kesejahteraan.

Menurut Pelda Sulaiman, kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala di berbagai titik di wilayah Situbondo. “Kami tidak ingin masyarakat hanya sekadar merasakan sekali. Program ini akan kami dorong agar bisa berkelanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas dan benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil,” katanya.

Acara yang berlangsung aman dan tertib ini meninggalkan kesan positif bagi masyarakat. Banyak warga mengaku merasa lebih dekat dengan TNI karena melihat langsung kepedulian yang ditunjukkan melalui aksi nyata. Senyum-senyum bahagia terpancar saat warga meninggalkan lokasi dengan membawa pulang beras di tangan mereka.

Gerakan pangan murah semacam ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk menekan harga kebutuhan pokok yang kerap naik, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara aparat dan rakyat. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kegiatan ini membuktikan bahwa kerja sama antara TNI, Bulog, dan masyarakat dapat menciptakan sinergi yang nyata demi menjaga kesejahteraan bersama.

Dengan terjualnya 2 ton beras hanya dalam satu hari, kegiatan ini sekaligus menunjukkan betapa tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program pangan murah. Pemerintah daerah pun diharapkan bisa terus bersinergi dengan TNI dan Bulog agar program serupa bisa menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang rawan harga pangan tinggi. (*)


0 Komentar