Lomba Ayam Sap-Sap dan Balap Perahu Layar Semarakkan HUT ke-80 RI di Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo

SITUBONDO – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Situbondo berlangsung meriah. Ratusan warga dan wisatawan tumpah ruah di kawasan wisata bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Sabtu (23/8/2025), untuk menyaksikan perlombaan tradisional ayam sap-sap dan balap perahu layar yang digelar masyarakat Desa Pasir Putih.

Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan nuansa budaya lokal yang kental sekaligus menghibur masyarakat. Antusiasme terlihat dari ramainya penonton yang memenuhi area pantai sejak pagi. Tidak hanya warga setempat, sejumlah wisatawan juga sengaja datang untuk menikmati atraksi unik yang hanya ada di momen tertentu, terutama saat peringatan kemerdekaan.

Acara pembukaan dimulai dengan apel bersama, doa, serta pembacaan tata cara perlombaan. Setelah itu, panitia melepas peserta lomba ayam sap-sap yang berjumlah 57 orang. Perlombaan ayam sap-sap, yakni adu ketangkasan burung ayam jantan khas Situbondo, berlangsung sejak pagi hingga pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada Minggu (24/8/2025) untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.

Sementara itu, lomba balap perahu layar yang tak kalah menarik digelar pada siang harinya. Dari 28 perahu layar yang terdaftar, sebanyak 18 perahu turun di babak pertama. Setelah diseleksi, 15 peserta terbaik berhak melaju ke babak final yang akan digelar pada Minggu untuk memperebutkan gelar juara.

Keseruan perlombaan semakin terasa dengan dukungan cuaca cerah yang menambah semarak jalannya acara. Suara sorak-sorai penonton mengiringi jalannya lomba, terutama ketika perahu-perahu layar beradu cepat di tengah laut dengan latar panorama indah Pasir Putih.

Kepala Desa Pasir Putih, Zainal, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, lomba tradisional yang digelar setiap peringatan HUT RI tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah menjaga warisan budaya lokal sekaligus menarik wisatawan.

“Perlombaan ayam sap-sap dan balap perahu layar ini sudah menjadi tradisi masyarakat kami. Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan ini juga menjadi magnet wisata bahari Pasir Putih, yang kami harapkan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri Camat Bungatan, Yogie Kripsian Syah, S.Stp., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PPP Irma Noefadilah, S.Pd., M.Pd., perwakilan Polsek Bungatan, TNI AL Pos Panarukan, Polairud, KSOP Panarukan, serta Ketua Ikaperti bersama 28 anggota. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan masyarakat yang mampu memadukan semangat kemerdekaan dengan kearifan lokal.

Pengamanan kegiatan juga menjadi perhatian utama panitia. Personel Koramil 0823/15 Bungatan bersama Polsek Bungatan bersiaga di area darat, sementara KSOP Panarukan menurunkan satu unit kapal cepat penyelamat KN.P 5248 di perairan untuk memastikan keselamatan peserta balap perahu. Dengan sinergi tersebut, acara berjalan lancar, aman, dan tertib.

Anggota DPRD Situbondo, Irma Noefadilah, yang hadir dalam kegiatan itu menilai bahwa lomba tradisional memiliki nilai penting bagi generasi muda. “Acara seperti ini sangat positif karena mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada anak-anak muda,” katanya.

Selain lomba, acara di Pasir Putih ini juga menjadi ruang silaturahmi warga. Banyak keluarga datang bersama anak-anak mereka, menikmati suasana pantai, sekaligus menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Tak sedikit pedagang lokal juga mendapat berkah dari ramainya pengunjung.

Hingga acara berakhir pada pukul 13.10 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa kendala berarti. Gelak tawa penonton dan semangat peserta menjadi bukti bahwa peringatan HUT RI tidak hanya dimaknai dengan seremoni formal, tetapi juga melalui kebersamaan dan keceriaan.

Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Situbondo melalui lomba ayam sap-sap dan balap perahu layar ini menegaskan bahwa tradisi dan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar perlombaan, acara tersebut menjadi simbol kebersamaan, semangat nasionalisme, sekaligus penggerak pariwisata bahari yang berpotensi mendongkrak ekonomi lokal. (*)

0 Komentar