SITUBONDO – Ribuan warga memadati Alun-Alun Situbondo, Jalan RA Kartini, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo. Acara keagamaan tersebut berlangsung penuh khidmat, dipenuhi lantunan sholawat serta tausiyah yang menggugah hati.
Pengajian umum dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Mimbaan, KHR. Moch. Kholil As’ad Syamsul Arifin. Dalam kesempatan itu, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Tausiyah yang disampaikannya mengajak jamaah untuk memperkokoh iman, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Berkumpulnya kita semua di sini semoga kelak bisa dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW, dan semoga para ulama serta umara mendapat bimbingan beliau di akhirat kelak,” ungkap KHR. Moch. Kholil As’ad yang disambut takbir dan doa bersama oleh ribuan jamaah.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh penting daerah. Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Tri Wiratno, hadir dan duduk bersama Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo, S.Sos, Wakil Bupati Ulfiyah, S.Pd.I, para ulama, tokoh agama, dan masyarakat. Kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan para ulama menjadi sorotan utama, mencerminkan sinergi untuk menjaga kerukunan serta menciptakan kondusivitas di Kabupaten Situbondo.
Bupati Situbondo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi perekat sosial yang mampu memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menegaskan, Pemerintah Daerah bersama ulama dan jajaran TNI akan terus berkolaborasi untuk menjaga keamanan, kedamaian, serta nilai-nilai religius yang sudah menjadi karakter masyarakat Situbondo.
“Peringatan Maulid Nabi ini adalah momentum penting, tidak hanya untuk mengenang sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga untuk mempertegas komitmen kita dalam membangun masyarakat yang berakhlak, rukun, dan penuh persaudaraan,” ujarnya.
Kehadiran Letkol Inf Tri Wiratno juga mendapat perhatian masyarakat. Sosok Dandim Situbondo itu dinilai menunjukkan kedekatan TNI dengan rakyat, sekaligus meneguhkan peran TNI sebagai penjaga persatuan bangsa. Duduk berdampingan dengan para ulama dan pemimpin daerah, ia menegaskan bahwa kebersamaan menjadi modal utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Nabi Muhammad SAW harus diteladani, terutama dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial. “Kita ingin memastikan bahwa Situbondo tetap menjadi daerah yang aman, religius, dan damai. Keharmonisan antara TNI, pemerintah, ulama, dan masyarakat adalah kunci bagi kemajuan bersama,” tegasnya.
Ribuan jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Lantunan sholawat nariyah menggema memenuhi alun-alun, menambah suasana religius yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh agama besar bersama pejabat daerah semakin menguatkan makna kebersamaan dalam memperingati kelahiran Rasulullah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Situbondo tahun ini bukan hanya sebuah tradisi keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkokoh persatuan umat. Di tengah berbagai tantangan zaman, pesan-pesan religius yang disampaikan para ulama menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kerukunan, dan keteladanan akhlak Rasulullah adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Dengan berakhirnya acara, suasana penuh khidmat dan kebahagiaan masih terasa. Banyak jamaah yang berharap peringatan semacam ini terus dilaksanakan secara rutin, karena selain menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, juga mampu mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, ulama, dan masyarakat. (*)
0 Komentar