Yuliana (25) Lulus Magang Jepang, Berbagi Tips Kerja di Negeri Sakura

Featured Image

Pengalaman dan Tips Yuliana untuk Bekerja di Jepang

Yuliana (25), seorang peserta magang ke Jepang asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akan berangkat pada Selasa 19 Agustus 2025 mendatang. Ia membagikan pengalamannya serta beberapa tips khusus bagi mereka yang ingin bekerja di Negeri Sakura, baik untuk meningkatkan potensi diri maupun memperbaiki ekonomi keluarga.

Yuliana adalah salah satu dari 42 peserta magang ke Jepang melalui Program Unggulan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Acara pelepasan peserta magang sekaligus pembukaan pelatihan Bahasa Jepang digelar di Rumah Dinas Bupati pada Jumat 15 Agustus 2025 pagi. Sebagai lulusan SMA Taman Siswa Rancaekek, ia sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program tersebut dan dilepas langsung oleh Bupati Bandung.

"Senang banget alhamdulillah karena kesempatan tidak datang dua kali. Dan alhamdulillah saya diberi kesempatan yang luar biasa dan bisa kerja ke Jepang serta mengangkat ekonomi keluarga. Rasa haru, senang, dan bahagia itu campur aduk," ujarnya saat ditemui di Rumdin Bupati Bandung.

Bidang pekerjaan yang akan ia tekuni selama di Negeri Sakura adalah pengolahan makanan di Miyazaki. "Pekerjaan atau job di Jepang sesuai dengan skill dan keinginan saya yakni di bidang pengolahan makanan, karena rata-rata untuk pekerja perempuan ya di bidang itu bekerjanya," katanya sambil tersenyum.

Awal mula Yuliana belajar Bahasa Jepang bermula dari pendaftaran di Disnaker Kabupaten Bandung, batch ke-2. Alhasil, ia bisa masuk ke LPK Sekai Mustika lewat program ini dan prosesnya berjalan lancar. Ia mulai belajar sejak bulan Juni dan berangkat pada 19 Agustus 2025.

Langkahnya untuk menjejakkan kaki di Negeri Sakura tidak semulus yang diharapkan. Selama belajar bahasa, ia mengalami jatuh bangun yang memaksa dirinya terus bangkit demi menggapai impiannya.

"Kesulitan saat belajar, banyak sih terutama di Kanji. Karena saya belajar dari 0 dan mungkin juga karena belajarnya di usia yang sudah berumur jadi penangkapannya kurang. Jadi belajar setiap hari, apalagi waktu belajar hanya 40 hari jadi siang, malam, pagi tuh belajar terus. Tapi alhamdulillah melalui kerja keras itu, saya bisa sampai sampai di sini sekarang," katanya lagi.

Tips untuk Belajar Bahasa Jepang dan Bekerja di Jepang

Pada kesempatan itu, Yuliana memberikan beberapa tips bagi yang ingin belajar Bahasa Jepang dan bekerja di Negeri Sakura. Pertama, ia menyarankan agar para calon peserta belajar dulu di rumah tentang Hiragana dan Katakana agar bisa lebih cepat menyesuaikan diri di Jepang.

"Buat ade-ade atau kakak-kakak di luar sana yang mau ke Jepang juga dan mau belajar bahasa Jepang, sebisa mungkin belajar dulu di rumah tentang Hiragana dan Katakana, biar di sini bisa langsung menyesuaikan agar tidak lama juga belajarnya dan lebih mudah belajarnya. Semangat terus belajarnya, 'ganbatte kudasai ne minasan' (semangat semuanya)," ujar Yuliana.

Ia juga menekankan pentingnya keaktifan dalam mencari tahu lembaga resmi, termasuk dari media sosial Pemerintah Daerah khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tentang pelatihan Bahasa Jepang dan pemberangkatan tenaga kerja ke Negeri Sakura.

Bagi mereka yang ingin bekerja di Jepang, lanjut Yuliana, sebaiknya mencari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang resmi dan terverifikasi agar tidak tertipu.

"Saya berharap selain bisa membantu perekonomian keluarga, buat diri saya sendiri bisa punya pengalaman selama 3 tahun di sana. Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk next level. Terimakasih kepada Bapak Bupati Bandung yang sudah mengadakan program ini," ucapnya tulus.

0 Komentar