Babinsa Koramil 0823/08 Dampingi Fogging DBD di Sumberejo, Warga Situbondo Dapat Edukasi Cegah Nyamuk
SITUBONDO – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di Kabupaten Situbondo. Babinsa Koramil 0823/08 Banyuputih, Serma Sudaryono, turun langsung mendampingi tim kesehatan Puskesmas Banyuputih saat melaksanakan fogging di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Sabtu (27/9/2025).
Penyemprotan dilakukan di beberapa titik pemukiman warga yang dinilai rawan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab penyakit DBD. Fogging bertujuan memutus siklus penyebaran nyamuk agar kasus DBD tidak meningkat, terutama di musim pancaroba yang rawan memicu ledakan populasi nyamuk.
Serma Sudaryono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD melalui Binter (Pembinaan Teritorial) untuk menjaga kesehatan masyarakat di wilayah binaannya. “Kami Babinsa selalu siap bersinergi dengan tenaga kesehatan maupun aparat desa untuk melindungi masyarakat. Fogging ini salah satu langkah pencegahan agar warga terhindar dari DBD,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain mendampingi penyemprotan, Babinsa dan petugas Puskesmas juga memberikan edukasi langsung kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Warga diajak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melaksanakan gerakan 3M – menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Imbauan ini disambut positif oleh masyarakat. Warga menilai kehadiran Babinsa di lapangan bukan hanya membantu pelaksanaan fogging, tetapi juga memberi rasa aman dan meningkatkan kesadaran mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Fogging ini sangat membantu, tapi yang paling penting adalah bagaimana kami sebagai warga menjaga lingkungan agar tetap bersih. Kami senang karena Babinsa dan petugas kesehatan memberikan penjelasan langsung,” kata salah seorang warga usai kegiatan.
Kegiatan fogging dan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menekan angka kasus DBD di Situbondo. Kolaborasi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam mencegah penyakit menular.
Dengan gerakan bersama ini, pemerintah berharap angka kejadian DBD dapat terus ditekan. Kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan terutama di daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus, sehingga masyarakat tetap terlindungi dari ancaman penyakit yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. (*)

0 Komentar