Bayu Wibisono Damanik, Qari Muda Riau Juara II MTQ Internasional ke-45 di Arab Saudi

Bayu Wibisono Damanik, Qari Muda Riau Juara II MTQ Internasional ke-45 di Arab Saudi

Seorang Pemuda dari Riau yang Menggema di Masjidil Haram

Di tengah suara merdu tilawah Al-Qur’an yang menggema di Masjidil Haram, Arab Saudi, muncul sosok pemuda yang kini menjadi perhatian dunia. Ia adalah Bayu Wibisono Damanik, seorang qari muda asal Rokan Hulu, Riau, yang berhasil meraih Juara II dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-45 pada cabang Hafalan 15 Juz.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mendapatkan prestasi ini,” ujar Bayu saat berbicara tentang pencapaian yang membanggakan tersebut.

Kompetisi Terbesar Dunia

MTQ Internasional ke-45 merupakan kompetisi Al-Qur’an terbesar di dunia. Peserta yang ikut serta berasal dari berbagai negara, dengan dewan juri yang terdiri dari perwakilan internasional seperti Arab Saudi, Maroko, Uganda, dan Albania. Penilaian dilakukan secara ketat, mencakup aspek hafalan, tajwid, kefasihan, dan keindahan bacaan.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Bayu, tetapi juga membawa harum nama daerah dan bangsa di kancah internasional. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau melalui Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa), H. Mas Jekki Amri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh untuk Bayu.

Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Bayu lahir dan besar di Desa Sungai Kuti, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Meskipun lingkungan sederhana, ia tidak pernah menyerah dalam mengejar impiannya sebagai seorang hafiz. Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa semester tujuh di Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta, membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana.

Perjalanan prestasinya sudah terlihat sejak lama. Tahun 2024, Bayu mewakili Riau di MTQ Nasional Samarinda dan berhasil menyabet Juara I Hifzil Qur’an 20 Juz, satu-satunya kafilah Riau yang berdiri di podium tertinggi.

Persiapan yang Matang

Sebelum tampil di berbagai perlombaan, Bayu biasanya memilih untuk mengasingkan diri. Ia mengurung diri di kamar hotel atau penginapan. Lisannya dijaga dari obrolan sia-sia, sedangkan waktunya dipenuhi dengan shalat, dzikir, dan murojaah hafalan.

“Kalau Allah tidak menolong, saya tidak mungkin sampai di titik ini,” katanya rendah hati.

Untuk menjaga stamina, Bayu hanya mengonsumsi makanan yang disiapkan panitia. Semua langkah ini dilakukan demi memastikan tubuh dan jiwa tetap prima saat tampil.

Pembinaan dan Prestasi

Perjalanan Bayu tak lepas dari pembinaan sejak 2018 di Qur’an Center LPTQ Riau. Ia juga mendapat bimbingan langsung dari Ustaz Nurul Kamal di Rumah Tahfiz Nurul Huffaz, Pekanbaru.

Deretan prestasinya pun gemilang. Di antaranya adalah Juara I Tahfiz 10 Juz MTQ Nasional 2020 di Padang, Juara I MHQH Nasional 2021 di Jakarta dengan nilai sempurna 100, serta berbagai kemenangan di level nasional sejak 2019.

Tahun ini, Bayu dipercaya mewakili Indonesia di ajang King Abdulaziz International Competition for Memorizing, Reciting, and Interpreting the Holy Quran ke-45. Ajang ini adalah kompetisi Al-Qur’an terbesar di dunia, dengan dewan juri dari Arab Saudi, Maroko, Uganda, hingga Albania.

Harapan untuk Generasi Muda

Dengan prestasi ini, Bayu Wibisono Damanik menorehkan sejarah baru sebagai salah satu qari muda Riau yang sukses menembus panggung final MTQ Internasional di Tanah Suci, membuktikan bahwa Riau memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berdaya saing global.

Ketua Umum LPTQ Riau, H. Zulkifli, menegaskan bahwa keberhasilan Bayu bukan hanya kemenangan personal, melainkan kebanggaan bersama. “Ananda Bayu ini memang qari muda berprestasi, kami bangga. Semoga prestasi yang diraih oleh Ananda Bayu ini dapat menginspirasi bagi generasi Qur’ani di Riau, bahkan Indonesia.”

0 Komentar