Dorong Kompetensi Dosen, STAIAS Hadiri Monev dan Penyerahan Sertifikat PKDP 2025 di UIN KHAS Jember


JEMBER, GUBUKINSPIRASI.id
– Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie (STAIAS) terus mendorong peningkatan kompetensi akademik dosennya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Nur Muhammad, S.Pd., M.E., Ketua Program Studi Ekonomi Syariah STAIAS, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta penyerahan sertifikat Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2025 yang digelar di Gedung BEC UIN KHAS Jember, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Melalui PKDP, Kementerian Agama mendorong lahirnya dosen-dosen profesional yang tidak hanya piawai dalam mengajar, tetapi juga aktif meneliti, menulis karya ilmiah, dan membangun ekosistem akademik yang dinamis di kampus masing-masing.

Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi dari wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, antara lain rektor, wakil rektor, dekan, ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), pemateri, panitia, hingga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) pengusul peserta PKDP. Selain itu, hadir pula tim pelaksana monev yang terdiri dari Ummu Sofiyah, M.A.Ak., Mira Zuzana, S.Kom., dan Nazidatul Inayah, S.T.

Dalam sambutannya, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menyampaikan bahwa PKDP terbukti mampu meningkatkan kualitas dosen pemula menjadi profesional. Ia memperkenalkan konsep “MAESTRO” yang diartikan sebagai Meaningful, Achievement, Strategy Teaching, and Profesional.

“PKDP telah mengubah paradigma dosen. Tidak hanya sekadar mengajar di kelas, tetapi juga membekali mereka untuk menghasilkan karya ilmiah, mengembangkan strategi pembelajaran inovatif, dan sadar betul akan peran akademiknya,” kata Prof. Hepni.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menambahkan bahwa keberhasilan PKDP 2025 juga tercermin dari hasil survei kepuasan peserta. “Hasil survei menunjukkan 96 persen peserta puas terhadap program, 94 persen menilai pelaksanaan berjalan baik, 97 persen menyebut materi relevan, dan 87 persen menilai durasi pembelajaran cukup efektif. Hasil ini menjadi dasar evaluasi untuk penyelenggaraan PKDP ke depan,” ujarnya.


Momentum ini juga menjadi ajang penting bagi STAIAS Bondowoso untuk meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas jejaring perguruan tinggi. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Monev dan PKDP, STAIAS berharap dosen-dosennya semakin siap beradaptasi dengan perkembangan pendidikan tinggi yang menuntut inovasi dan kolaborasi.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat PKDP 2025 kepada pimpinan PTKIS peserta, termasuk STAIAS, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dalam program peningkatan kompetensi dosen ini. Suasana berlangsung penuh apresiasi, ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara Subdirektorat Ketenagaan Kementerian Agama dengan peserta yang hadir.

Bagi STAIAS, keikutsertaan dalam forum ini tidak hanya sebatas menghadiri agenda formal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kapasitas dosen. Ke depan, kampus ini berkomitmen melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menginspirasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan adanya PKDP, diharapkan semakin banyak dosen muda yang tumbuh menjadi figur profesional, inovatif, dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (*)

*) Pewarta: Miftahorrahman

0 Komentar