
Prestasi Mengagumkan Tim Para Balap Sepeda Indonesia di Korea Para-cycling Track Cup 2025
Tim para balap sepeda Indonesia menorehkan prestasi luar biasa dalam ajang Korea Para-cycling Track Cup 2025. Dalam kompetisi yang berlangsung di Yangyang, Korea Selatan, pada 19-20 Agustus 2025, tim Merah Putih berhasil membawa pulang sembilan medali. Rinciannya adalah lima emas, dua perak, dan dua perunggu.
Prestasi ini menjadi langkah penting bagi para atlet karena menjadi bagian dari proses pengumpulan poin untuk kualifikasi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, serta Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Batas akhir pengumpulan poin untuk kedua ajang tersebut adalah Desember 2025.
Atlet Berprestasi dengan Konsistensi
Dari sembilan medali yang diraih, beberapa atlet menonjol dengan pencapaian luar biasa. Tifan Abid Alana dan Muhammad Fadli Imammuddin masing-masing mempersembahkan dua medali emas. Tifan meraih dua emas dari nomor time trial 1000 meter putra klasifikasi C2 dan individual pursuit (IP) putra C2. Sementara itu, Fadli mengukir dua emas dari nomor time trial 1000 meter putra C4 dan IP putra C4.
Sufyan Saori juga turut menyumbangkan satu emas dari nomor time trial 1000 meter putra C5, serta medali perak dari IP putra C5. Di sisi lain, Anwar Annaja, atlet muda yang terpantau saat Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII 2024 di Kota Solo, mencatatkan medali perak dari time trial 1000 meter putra C5 dan medali perunggu dari IP putra C5.
Nurfendi dan tandem barunya, Mufti Fadilah Salma, berhasil meraih medali perunggu dari nomor IP putra B. Hasil ini menjadi bukti bahwa persiapan tim terus berjalan secara optimal.
Pelatih Puji Performa Atlet
Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, mengapresiasi capaian sembilan medali yang diraih oleh tim. Menurutnya, hasil ini sesuai dengan target yang ditetapkan selama masa persiapan.
"Capaian try out di Korea sudah sesuai target," ujar Rizan dalam rilis resmi. "Event ini adalah momen kita mengumpulkan poin untuk kualifikasi Asian Para Games Nagoya dan Paralimpiade Los Angeles. Pengumpulan poinnya akan selesai pada Desember tahun ini."
Selain itu, beberapa atlet Indonesia juga berhasil memecahkan rekor individu. Tifan Abid mencatatkan waktu tiga detik lebih cepat dibandingkan catatan tahun lalu di Yangyang Velodrome. Nurfendi juga menunjukkan peningkatan serupa. Sementara itu, Sufyan Saori berhasil memecahkan rekor di velodrome outdoor, dengan waktu 5 menit 4 detik, lebih cepat tujuh detik dari rekor lamanya.
Rizan juga memberikan apresiasi terhadap progres Anwar Annaja. Setelah hampir setahun menjalani pemusatan latihan, Anwar mampu mencatatkan waktu 19 detik lebih cepat.
Persiapan Menuju Ajang Besar
Hasil ini tidak hanya menjadi tolok ukur kesiapan menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028, tetapi juga menjadi dasar persiapan menuju ASEAN Para Games 2025. Di tingkat regional, Thailand menjadi lawan terberat di cabang olahraga ini, sedangkan di Asia, Korea Selatan menjadi pesaing utama.
Rizan menjelaskan bahwa program latihan telah memasuki fase persiapan khusus. "Tentunya akan ada pengerucutan nomor yang lebih spesifik lagi, karena persaingannya semakin ketat, baik itu di Asia Tenggara ataupun Asia," ujarnya.
Untuk melanjutkan persiapan, tim para balap sepeda Indonesia masih memiliki dua agenda try out, yaitu World Champ Track di Brasil pada Oktober 2025 dan Para-cycling Cup Road & Track di Thailand pada Desember 2025. Dengan persiapan yang matang dan kompetisi yang semakin ketat, harapan besar ditempatkan pada prestasi tim di berbagai ajang internasional.
0 Komentar