
Pergerakan Sektor di Bursa Efek Indonesia Selama Semester Pertama 2025
Selama semester pertama tahun 2025, pergerakan sektor emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan berbagai arah. Dari sebelas sektor yang ada, beberapa menunjukkan performa yang baik, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan.
Nilai Perdagangan Saham di BEI
Berdasarkan data nilai perdagangan saham, enam dari sebelas sektor mencatatkan koreksi, sedangkan sisanya membukukan peningkatan nilai perdagangan per kuartalan. Pada kuartal kedua tahun ini, sektor keuangan menjadi yang paling tinggi dalam hal nilai perdagangan dengan angka sebesar Rp 226,09 triliun dan volume transaksi sebanyak 107,85 miliar saham. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal pertama 2025 yang mencapai Rp 276,87 triliun.
Sementara itu, sektor industri dasar mencatatkan kinerja terbaik dengan nilai perdagangan sebesar Rp 152,83 triliun pada kuartal kedua, meningkat 104,42% dari kuartal pertama yang hanya sebesar Rp 74,76 triliun. Volume transaksi industri dasar selama periode April hingga Juni 2025 mencapai 177,52 miliar saham.
Performa Berbagai Sektor di BEI
Sektor teknologi juga menunjukkan pertumbuhan meskipun mengalami penurunan nilai transaksi dibandingkan kuartal pertama. Pada kuartal kedua, nilai transaksi sektor teknologi mencapai Rp 36,84 triliun dengan volume perdagangan sebesar 305,22 miliar saham. Meski demikian, peningkatan dari kuartal pertama yang sebesar Rp 45,38 triliun tetap tercatat.
Sektor energi mencatatkan nilai perdagangan sebesar Rp 118,59 triliun atau naik 16,17% dibandingkan kuartal pertama sebesar Rp 105,04 triliun. Volume transaksi sebesar 217,96 miliar saham.
Sektor infrastruktur mencatatkan nilai perdagangan sebesar Rp 63,14 triliun dengan volume transaksi sebanyak 63,63 miliar saham. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 49,82 triliun.
Sektor kesehatan membukukan nilai transaksi sebesar Rp 13,09 triliun dari Rp 14,82 triliun secara kuartalan. Volume transaksi sebesar 24,40 miliar saham.
Sektor transportasi mengalami kenaikan nilai perdagangan dari Rp 2,35 triliun menjadi Rp 2,82 triliun. Volume transaksi sebesar 20,39 miliar saham.
Sektor industri naik 13,91% menjadi Rp 24,80 triliun dari Rp 21,77 triliun secara kuartalan. Volume transaksi sebesar 34,97 miliar saham. Sementara itu, sektor properti turun menjadi Rp 21,21 triliun dari Rp 32,58 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 73,13 miliar saham.
Sektor siklikal mengalami koreksi sebesar 58,28% menjadi Rp 25,78 triliun dari Rp 30,37 triliun. Volume transaksi sebesar 89,91 miliar saham. Sedangkan sektor bukan siklikal turun menjadi Rp 48 triliun dari Rp 61,80 triliun, dengan volume transaksi sebesar 89,91 miliar saham.
Kinerja Sektor Teknologi
Menurut Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, kenaikan sektor teknologi didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), dan digitalisasi. Hal ini membuat pertumbuhan laba melampaui ekspektasi. Selain itu, aliran dana asing cenderung masuk ke saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) juga memengaruhi kinerja sektor ini.
Pada tahun 2024, sektor energi tumbuh 9,40%, sedangkan sektor teknologi naik 5,07%.
Perkembangan Kinerja 11 Sektor di BEI
Berikut adalah perkembangan kinerja 11 sektor di BEI selama paruh pertama 2025:
- Sektor Teknologi: Naik 148,34%
- Sektor Infrastruktur: Naik 32,96%
- Sektor Industri Dasar: Naik 28,17%
- Transportasi: Naik 18,19%
- Sektor Kesehatan: Naik 16,65%
- Sektor Energi: Naik 13,41%
- Sektor Industri: Naik 10,87%
- Sektor Properti: Naik 7,59%
- Sektor Keuangan: Naik 2,92%
- Sektor Bukan Siklikal: Turun 1,11%
- Sektor Siklikal: Turun 2,66%
Dengan berbagai perubahan dan tren yang terjadi, sektor-sektor di BEI menunjukkan dinamika yang cukup signifikan selama semester pertama 2025.
0 Komentar