
Kehidupan Keluarga Lima Bersaudara yang Terlantar
Kelima bersaudara, yaitu Essel (21), Andre (19), Dexta (13), Kimora (11), dan Ceis (3) kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Grad Gresik Harmoni, Dusun Srembi, Desa Kembanga, Gresik, Jawa Timur. Kondisi kehidupan mereka tergolong sulit, karena tidak ada pengawasan atau bantuan dari orang tua.
Keluarga ini terdiri dari pasangan Aldi (lahir tahun 1973) dan Sati (lahir tahun 1980). Sayangnya, ayah dari lima bersaudara tersebut telah meninggal dunia, sedangkan ibu mereka pergi entah kemana. Akibatnya, kelima anak tersebut harus menghadapi kesulitan sendirian tanpa bantuan orang tua.
Kondisi Rumah yang Tidak Layak
Menurut informasi yang diperoleh, kelima bersaudara ini sudah tinggal di rumah kontrakan tersebut selama hampir dua tahun. Awalnya, warga sekitar tidak begitu tahu kondisi mereka karena mereka cenderung tertutup. Namun, keadaan mulai berubah ketika kakak tertua, Essel, menjual barang-barang di rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Hal ini membuat warga merasa prihatin dan ingin membantu mereka. Salah satu warga setempat, Sofyan, menyampaikan bahwa kondisi keluarga tersebut sangat miris. Bahkan, mereka sampai menjual galon air minum hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, mereka juga sempat ditagih kekurangan uang sewa rumah kontrakan sebesar Rp 10 juta.
Upaya Bantuan dari Warga dan Pihak Terkait
Warga sekitar akhirnya mengambil inisiatif untuk membantu kelima bersaudara tersebut. Mereka mencoba menghubungi orang tua mereka, tetapi tidak mendapatkan respons. Oleh karena itu, mereka terus berkoordinasi dengan pihak berwajib seperti Dinas Sosial dan DPRD setempat.
Ketua RT8/RW3 Masbukin mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha keras untuk membantu. "Kami sudah menghubungi Dinsos dan orang DPRD, Alhamdulillah langsung direspons dengan baik," ujarnya.
Selain itu, beberapa upaya juga dilakukan untuk membantu Essel dan Andre agar bisa memiliki pekerjaan. Menurut Sofyan, Kepala Desa Yosowilangon telah menyanggupi untuk memperbantukan Essel dan Andre di dapur makan program MBG (makan bersama gratis).
Bantuan dari Pihak Berwenang
DPRD Gresik bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik melakukan koordinasi untuk memberikan solusi bagi kelima bersaudara tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan bahwa tiga dari lima bersaudara tersebut sudah ditangani oleh Dinsos dan KBPPPA serta kini berada di rumah aman.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Dexta (13), Kimora (11), dan Ceis (3) akan ditempatkan di rumah aman. Selain itu, akan dilakukan pendampingan psikolog dari UPT PPA untuk memberikan konseling dan layanan psikososial.
Kesimpulan
Kisah kelima bersaudara ini menjadi peringatan betapa pentingnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat terhadap keluarga yang kurang mampu. Dengan adanya bantuan dari pihak terkait, harapan besar dapat diberikan kepada mereka untuk kembali merasakan kehidupan yang lebih layak.
0 Komentar