Kota Mangkuluhur, Jejak Proyek Rp 13 Triliun Tommy Soeharto di Pusat Jakarta

Featured Image

Proyek Properti Multifungsi Mangkuluhur City di Jakarta Selatan

Mangkuluhur City, sebuah proyek properti multifungsi yang berada di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, telah menjadi perhatian publik sejak awal perencanaannya. Proyek ini tidak hanya menarik perhatian karena skalanya yang besar, tetapi juga karena nilai investasi yang mencapai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 13,07 triliun.

Proyek ini juga menarik perhatian karena keterlibatan nama-nama besar dalam pembangunan. Mangkuluhur City merupakan kolaborasi strategis antara Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan pebisnis properti, Harry Gunawan. Proyek ini dirancang sebagai kompleks pengembangan terpadu seluas 4 hektar yang mencakup gedung perkantoran, hotel, dan apartemen mewah.

Visi dan Ambisi Besar

Mangkuluhur City adalah hasil kerja sama antara PT Wisma Purnayudha Putra, milik Tommy Soeharto di bawah Humpuss Group, dengan KG Global Development yang dipimpin oleh Harry Gunawan. Nama "Mangkuluhur City" sendiri diambil dari nama putra sulung Tommy, Darma Mangkuluhur Hutomo, sebagai simbol warisan keluarga.

Proyek ini memiliki visi besar untuk menjadi landmark baru di Jakarta. Salah satu ambisi utamanya adalah pembangunan Office Tower Two, yang direncanakan menjadi gedung pencakar langit setinggi 400-500 meter dengan 80 lantai. Tommy Soeharto menegaskan bahwa gedung ini akan menjadi kebanggaan baru bagi Ibu Kota.

Perkembangan Awal dan Progres Pembangunan

Pembangunan Mangkuluhur City dimulai pada tahun 2014 dengan berbagai cerita dan peristiwa dinamis yang mewarnai prosesnya. Tahap awal difokuskan pada dua menara, yaitu Office Tower One dan Apartment Tower B.

Pada 9 September 2016, proyek ini mencapai tonggak penting dengan dilaksanakannya prosesi topping off (penutupan atap) untuk Office Tower One setinggi 33 lantai. Dalam acara tersebut, Tommy Soeharto optimistis bahwa sektor properti akan bangkit pada 2017 setelah melambat, didorong oleh kebijakan amnesti pajak.

Setahun kemudian, tepatnya Maret 2017, proses topping off juga dilakukan untuk Apartment Tower B. Progres ini menunjukkan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal. Office Tower One berhasil menarik penyewa besar, yakni KEB Hana Bank, yang menyewa 13.000 meter persegi untuk 20 tahun.

Sementara itu, Apartment Tower B sepenuhnya dimiliki oleh Tommy Soeharto dan rencananya akan dikelola oleh Frasers Hospitality sebagai serviced apartment dengan nama Fraser Residence. Namun, tidak ditemukan informasi tentang Fraser Residence Jakarta Gatot Subroto di laman resmi Fraser Hospitality.

Pengembangan Lanjutan dan Tantangan

Pada Juli 2019, Regent Residences di Apartment Tower A mulai diserahkan kepada konsumen. Apartemen mewah ini memiliki unit dengan luas yang bervariasi, mulai dari 250 hingga 1.000 meter persegi, dan dijual seharga Rp 19 miliar hingga Rp 76 miliar per unit.

Namun, pada Desember 2018, pengembangan Office Tower Two menghadapi kendala. Proses perizinan dan pembebasan lahan, termasuk relokasi sebuah masjid, masih belum tuntas. Rencana awal untuk memulai konstruksi pada 2017 terpaksa ditunda, dengan realisasi yang menunggu selesainya masalah administrasi.

Struktur dan Komposisi Utama

Secara keseluruhan, Mangkuluhur City terdiri dari lima komponen utama, dengan total luas bangunan mencapai 220.000 meter persegi. Berikut adalah struktur utamanya:

  1. Office Tower One – Gedung perkantoran 33 lantai yang telah disewa oleh KEB Hana Bank dan perusahaan lainnya, dengan tingkat penyerapan mencapai 70 persen.
  2. Office Tower Two – Menara ambisius setinggi 80 lantai yang masih dalam tahap perizinan.
  3. Apartment Tower A – Menara 53 lantai yang rencananya mencakup Regent Hotel dan Regent Residences.
  4. Apartment Tower B – Menara 30 lantai yang dikelola sebagai serviced apartment.
  5. Mangkuluhur Artotel Suites – Hotel dengan 360 kamar yang desainnya sepenuhnya ditentukan oleh Darma Mangkuluhur Hutomo (putera Tommy Soeharto).

Direktur Utama PT Humpuss Land, Darma Mangkuluhur Hutomo, menjelaskan alasan memilih Artotel Group sebagai partner operator hotel. "Kesamaan visi kita yaitu sama–sama ingin tumbuh dan besar untuk Indonesia. Produk lokal. Selain itu, sama–sama juga membangun hotel dengan konsep yang mengedepankan gaya hidup dan seni," ujarnya.

Model Bisnis dan Prospek Proyek

Proyek ini didanai oleh tiga sumber: kas internal, pinjaman bank, dan penjualan awal, yang masing-masing menyumbang sepertiga dari total investasi. Meskipun menghadapi tantangan, termasuk penundaan pembangunan menara utama dan sengketa bisnis, Mangkuluhur City menjadi bukti nyata kebangkitan bisnis keluarga Cendana di sektor properti.

Keterlibatan putera Tommy, Darma Mangkuluhur Hutomo, dalam jajaran komisaris di PT Wisma Purnayudha Putra, juga menunjukkan peran generasi kedua dalam meneruskan gurita bisnis keluarga. Dengan lokasi yang sangat strategis di pusat Jakarta, desain yang megah, dan target pasar kelas atas, Mangkuluhur City diharapkan dapat menjadi landmark baru yang tidak hanya menawarkan hunian dan perkantoran, tetapi juga memperkuat posisi keluarga Cendana di industri properti Indonesia.

0 Komentar