
Pasar Barito Siap Direlokasi, Pedagang Meminta Penangguhan
Pasar Barito akan segera direlokasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Rencana ini bertujuan untuk menggabungkan tiga taman yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuseur. Sebagai bagian dari proses tersebut, para pedagang di pasar ini diberikan kesempatan terakhir untuk memindahkan lapak mereka pada akhir pekan lalu.
Camat Kebayoran Baru, Achmad Basyaruddin, menjelaskan bahwa para pedagang diminta untuk pindah secara mandiri. Namun, pihak berwenang siap memberikan fasilitasi jika diperlukan. Meski demikian, Basyaruddin belum mengetahui tindakan selanjutnya jika para pedagang tetap bertahan di lokasi lama.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” ujar Basyaruddin.
Sementara itu, hingga pukul 16.51 WIB pada hari Minggu (3/8), sejumlah pedagang masih beraktivitas seperti biasanya. Lapak-lapak mereka tetap terbuka dan melayani pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang belum sepenuhnya siap untuk meninggalkan tempat mereka.
Persiapan Satpol PP untuk Relokasi
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan telah menyiapkan 11 truk untuk membantu proses relokasi para pedagang. Kasatpol PP Jaksel, Nanto Dwi Subekti, menyatakan bahwa pihaknya siap membantu perpindahan para pedagang. Personel Satpol PP juga telah melakukan apel di kantor Pemerintah Kota Jakarta Selatan pagi hari. Namun, hingga pukul 12.43 WIB, belum ada petugas yang mulai mengosongkan pasar.
Wakil Gubernur DKI Pastikan Rencana Relokasi Berjalan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa rencana relokasi Pasar Hewan Barito tetap akan dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa alasan utama relokasi adalah untuk membuat taman di area tersebut. Menurut Rano, tidak masuk akal jika taman dibangun namun pandangan pengunjung tertutup oleh bangunan pasar.
Rano juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Selatan sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Terdapat sekitar 118 pedagang yang terlibat dalam rencana ini. Ia menegaskan bahwa para pedagang akan mendapatkan tempat baru setelah proses relokasi selesai.
“Kita akan pindahkan mereka, tapi sekarang kita ingin membangun dulu. Jika ingin membangun, maka harus pindah dulu,” ujar Rano.
Menurutnya, relokasi ini penting agar tiga taman dapat digabung menjadi satu. Luas total taman yang akan digabungkan mencapai 6 hektare. Rano menambahkan bahwa kebijakan ini sementara membutuhkan korban waktu selama satu tahun untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Perspektif Ketua Paguyuban Pedagang
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Burung Barito, Karno, menyatakan bahwa para pedagang bersedia dipindahkan. Namun, lokasi baru yang direncanakan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, belum siap. Mereka berharap lokasi baru tersebut bisa disiapkan dengan baik dan layak sebelum proses relokasi dilakukan.
“Lenteng Agung belum dibangun. Kami hanya ingin jika lokasi baru sudah siap, rapi, dan sesuai, kami akan pindah,” ujar Karno.
Selain itu, Karno mengkritik keputusan relokasi yang dinilai terlalu cepat. Para pedagang hanya diberitahu tentang rencana ini pada bulan Juli lalu, dan dalam waktu sebulan mereka sudah diminta untuk pindah. Ia berharap pemerintah lebih transparan dan melibatkan para pedagang dalam perencanaan.
“Kita bisa rembuk bersama, kalau ada rencana yang ingin diubah atau diperbaiki,” tambah Karno.
Para pedagang saat ini meminta penangguhan relokasi hingga tahun 2026. Mereka berharap pemerintah bisa lebih mematangkan lokasi baru sebelum proses relokasi dilakukan. Hal ini dianggap sebagai cara untuk memastikan keberlanjutan dan kenyamanan bagi para pedagang.
0 Komentar