
Negara Paling Berbahaya di Dunia Jadi Tujuan Wisata
Meski dikenal sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia, Libya justru menarik perhatian wisatawan mancanegara. Setiap tahunnya, negara di Afrika Utara ini menerima kunjungan hampir 100.000 turis asing. Situasi keamanan di Libya belum sepenuhnya pulih setelah puluhan tahun dilanda konflik. Sejak kejatuhan rezim Muammar Gaddafi pada 2011 oleh pasukan yang didukung NATO, perebutan kekuasaan antara kelompok-kelompok dari wilayah timur dan barat terus berlangsung.
Peta Dunia Dinilai Tidak Akurat
Uni Afrika menyatakan dukungan terhadap kampanye untuk menghapus penggunaan peta dunia Mercator yang berasal dari abad ke-16. Peta ini dinilai tidak akurat dalam menampilkan ukuran Afrika dan benua lain di wilayah ekuator. Proyeksi Mercator, yang dikembangkan oleh kartografer Gerardus Mercator untuk keperluan navigasi laut, memperbesar wilayah-wilayah di dekat kutub seperti Eropa, Amerika Utara, dan Greenland. Sebaliknya, benua Afrika dan Amerika Selatan tampak jauh lebih kecil dari ukuran aslinya.
Penembak Jitu Ukraina Tembak Tentara Rusia dari Jarak 4 KM
Seorang tentara Ukraina diklaim berhasil memecahkan rekor dunia sebagai penembak jitu terjauh setelah menewaskan dua tentara Rusia dari jarak hampir 4 kilometer (km). Klaim tersebut disampaikan militer Ukraina melalui laporan media pertahanan. Penembak jitu itu merupakan bagian dari unit khusus bernama "Pryvyd" atau "Hantu" dan dijuluki sebagai Sniper Hantu.
Bocah Tiga Tahun Hancurkan Meja Marmer Rp 26 Juta di Kafe
Seorang bocah berusia tiga tahun tak sengaja memecahkan meja marmer di Hazelnut Cafe, Lavallette, Negara Bagian New Jersey, Amerika Serikat. Ibunya lalu menangis, mengaku ditahan pegawai. Dalam video TikTok yang diunggah sang ibu, Kathy Denman, ia menyebut putrinya menjatuhkan meja marmer senilai 1.600 dollar AS (sekitar Rp 26 juta) saat mereka sedang di kafe tersebut. “Saya benar-benar terhina dan malu,” kata Denman dalam video yang viral di media sosial.
Pria Dirikan Negara di Tanah Tak Bertuan
Seorang pemuda bernama Daniel Jackson (20) menemukan tanah tak bertuan dan mendeklarasikan sebuah negara mikro bernama Republik Merdeka Verdis. Negara itu terletak di lahan sengketa seluas 125 hektar di tepi Sungai Donau, yang berada di antara Kroasia dan Serbia. Wilayah ini sebelumnya tidak diklaim oleh kedua negara karena masalah demarkasi perbatasan. Daniel Jackson menjadi presiden dari negara tersebut.
0 Komentar