Bupati Abdul Hamid Wahid: Membangun Bondowoso Berarti Membangun Peradaban

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, mengajak para wisudawan untuk menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui perpaduan antara intelektualitas dan spiritualitas. Hal itu disampaikan dalam Orasi Ilmiah pada Wisuda Magister (S2) ke-1 dan Sarjana (S1) ke-18 Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa yang digelar pada Sabtu (29/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Bondowoso tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan peradaban yang berbasis nilai kemanusiaan, etika, dan spiritualitas. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa kejayaan suatu bangsa tidak pernah lepas dari kekuatan ilmu pengetahuan yang berjalan selaras dengan kedalaman spiritual.

“Sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa kejayaan sebuah masyarakat selalu ditopang oleh kekuatan ilmu dan kedalaman spiritualitas. Ketika keduanya bergerak bersama, peradaban mencapai puncak keemasan. Sebaliknya, ketika intelektualitas dan spiritualitas melemah, stagnasi muncul dan peradaban runtuh,” ungkapnya.

Bupati juga mencontohkan kejayaan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah dan Umayyah, ketika kemajuan ilmu pengetahuan bertemu dengan nilai-nilai spiritual yang kuat. Kondisi tersebut menjadi momentum lahirnya inovasi dan transformasi besar dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Mahasiswa sebagai Poros Perubahan

Dalam orasinya, KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggabung dua kekuatan utama tersebut. Ia menyebut Perguruan Tinggi Islam, termasuk IAI At-Taqwa, memiliki keunggulan karena mampu membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kokoh secara nilai.

“Bondowoso adalah laboratorium lahirnya intelektual yang berpadu dengan kekuatan spiritual. Banyaknya perguruan tinggi dan pesantren menjadi modal besar untuk melahirkan generasi yang berakhlak kuat dan berwawasan luas,” jelasnya.

Bupati mendorong wisudawan agar tidak hanya bangga dengan gelar akademik, tetapi juga mampu membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, nilai seorang intelektual diukur dari seberapa besar manfaatnya untuk lingkungan.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Intelektualitas harus berorientasi pada kemanusiaan dan menegakkan tanggung jawab sebagai khalifatullah fi al-ardh,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa intelektualitas bermakna dalam tradisi Islam dikenal sebagai al-albab, yaitu mereka yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menegakkan kemaslahatan bagi seluruh semesta.

Membangun Daerah sebagai Ibadah Sosial

Bupati mengajak para wisudawan untuk menjadikan kontribusi terhadap daerah sebagai wujud pengabdian dan ibadah sosial. Menurutnya, pengembangan daerah harus dilakukan dengan keseimbangan antara inovasi dan moralitas.

“Bondowoso yang maju, akseleratif, dan holistik tidak mungkin dibangun hanya dengan kecerdasan akademik. Spiritualitas menjadi komponen penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga beretika, bermakna, dan berintegritas,” paparnya.

Ia menekankan bahwa intelektualitas memberi arah dan landasan pengetahuan dalam proses pembangunan, sementara spiritualitas memberi makna, menjaga integritas, dan memastikan orientasi kemanusiaan tetap tegak.

Lebih jauh, Bupati menyampaikan harapannya agar para wisudawan mampu menjadi pribadi yang tangguh dan utuh, serta mampu menerjemahkan nilai-nilai akademik dan keagamaan ke dalam kehidupan sosial.

“Ketika mahasiswa, akademisi, dan masyarakat bersatu menghadirkan intelektualitas dan spiritualitas, pembangunan daerah tidak hanya menjadi program struktural, tetapi menjadi gerakan moral bagi kemajuan peradaban,” ujarnya.

Selamat Menyongsong Tahap Baru Kehidupan

Di penghujung orasi, KH. Abdul Hamid Wahid menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan peluang.

“Selamat wisuda dan selamat menunggu kehidupan baru. Sebab setelah wisuda, kehidupan nyata sedang menanti kita, kehidupan yang penuh tantangan dan kesempatan,” katanya.

Ia berharap para wisudawan mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi Bondowoso dan menjadi generasi pembangun peradaban.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh ratusan tamu undangan, keluarga wisudawan, civitas akademika, serta perwakilan pemerintah daerah. (*)

0 Komentar