Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Situbondo Dampingi Petani Dawuhan Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Babinsa Situbondo Dampingi Petani Dawuhan Tingkatkan Produktivitas Pertanian

SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id
— Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh jajaran TNI Angkatan Darat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Situbondo. Melalui program Ketahanan Pangan (Hanpangan), Koramil 0823-01/Kota Situbondo bersama para Babinsa aktif melakukan pendampingan kepada petani di wilayah binaannya. Salah satunya di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, pada Sabtu (10/11/2025), di bawah pimpinan Bati Tuud Koramil 0823-01/Kota, Pelda Sudarmana.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang menekankan pentingnya sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan. Para Babinsa tidak hanya turun langsung membantu proses tanam dan perawatan tanaman, tetapi juga memberikan motivasi serta bimbingan kepada petani agar terus berinovasi dalam mengelola lahan pertanian.

Pelda Sudarmana menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan nasional. Ia menilai, keberhasilan petani dalam meningkatkan hasil panen adalah bagian dari keberhasilan bersama seluruh elemen bangsa.

“Sebagai aparat teritorial, kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan semangat dan dukungan nyata kepada para petani. Pertanian adalah fondasi kehidupan, dan keberhasilan petani adalah keberhasilan kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi sebuah upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal. Melalui sinergi dengan kelompok tani dan perangkat kelurahan, program Hanpangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kualitas hasil pertanian di wilayah Dawuhan.

Babinsa juga berperan aktif memberikan edukasi kepada petani terkait penggunaan pupuk berimbang, pengendalian hama terpadu, hingga pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan hasil panen. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir petani agar lebih modern dan adaptif terhadap perubahan iklim maupun tantangan pasar.

Pelda Sudarmana menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Kami ingin para petani semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi pertanian lokal. Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang kemandirian dan ketangguhan masyarakat menghadapi tantangan ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan pendampingan di Kelurahan Dawuhan juga mendapat sambutan positif dari warga setempat. Salah satu petani, H. Saman, mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang rutin membantu di lapangan. “Babinsa sering turun membantu kami, memberikan arahan cara tanam dan perawatan yang lebih efisien. Dengan dukungan ini, kami jadi lebih semangat untuk meningkatkan hasil pertanian,” tuturnya.

Selain membantu dalam hal teknis, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Babinsa menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan. Melalui kerja sama ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa pertanian bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga benteng kemandirian bangsa.

Program Hanpangan yang dijalankan TNI AD di berbagai wilayah, termasuk Situbondo, terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian. Dengan semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, para petani diharapkan dapat terus berkontribusi menjaga ketersediaan pangan, baik untuk daerah maupun nasional.

“Kami akan terus mendampingi dan memberikan solusi bagi petani agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional,” pungkas Pelda Sudarmana.

Melalui langkah konkret seperti ini, Koramil 0823-01/Kota Situbondo menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci penting menuju terciptanya ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (*)

0 Komentar