SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Menjelang intensitas hujan yang mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, Koramil 0823/04 Mangaran bersama jajaran Muspika Kecamatan Mangaran dan masyarakat Desa Tanjung Kamal menggelar kerja bakti membersihkan aliran Sungai Tanjung Pasir, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan gotong royong yang berlangsung sejak pagi ini difokuskan untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah yang kerap terdampak luapan air saat musim penghujan.
Kerja bakti dipimpin langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0823/04 Mangaran, Peltu Sukardi. Sejak matahari terbit, puluhan warga bersama aparat tampak menyisir tepi sungai sambil mengangkat tumpukan sampah yang mengganggu aliran air. Sampah yang ditemukan didominasi plastik, kertas, hingga limbah organik yang selama ini menjadi penyebab penyumbatan dan memperparah risiko banjir di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Peltu Sukardi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif menghadapi musim hujan yang rawan menimbulkan bencana. "Kegiatan ini sangat penting dilakukan antisipasi musim penghujan. Dengan membersihkan sungai, kita berharap aliran air dapat lancar dan mengurangi risiko banjir yang sering menimpa daerah ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya saat ada kerja bakti tapi juga dalam keseharian," ujarnya.
Selain membersihkan saluran sungai, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, aparat teritorial, dan masyarakat. Camat Mangaran bersama Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga pemuda desa turut hadir dan terlibat langsung dalam proses pembersihan. Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bukti bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Pihak Muspika Kecamatan Mangaran menilai kerja bakti ini sebagai bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem sungai. Menurut mereka, banjir di wilayah Mangaran tidak hanya terjadi akibat tingginya curah hujan, tetapi juga akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke badan sungai menjadi persoalan klasik yang terus dihadapi setiap tahun.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya melakukan aksi fisik, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Mereka diberikan pemahaman bahwa sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai dan memiliki dampak buruk terhadap biota air. Selain itu, penyumbatan aliran sungai berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur desa serta mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran.
Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah. Apalagi, Sungai Tanjung Pasir merupakan sumber aliran yang menghubungkan beberapa permukiman di Kecamatan Mangaran. Jika aliran air terganggu, dampaknya bisa dirasakan hingga ke wilayah hilir yang lebih padat penduduk.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjung Kamal menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini. Menurutnya, kerja bakti semacam ini dapat membangkitkan kepedulian sosial serta meningkatkan rasa gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Situbondo. Ia berharap kegiatan serupa dapat dijadwalkan secara berkala, terutama saat memasuki periode perubahan musim.
Di akhir kegiatan, aparat dan warga berhasil mengangkut sejumlah karung berisi sampah yang sebelumnya menumpuk di sepanjang aliran sungai. Sungai tampak lebih bersih dan aliran air kembali lancar. Meski begitu, para peserta sepakat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada aktivitas bersih-bersih semata, melainkan harus menjadi kebiasaan kolektif yang dilakukan setiap hari.
Kerja bakti ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Situbondo untuk melakukan tindakan preventif menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kondisi iklim yang semakin tidak menentu, langkah antisipasi seperti pembersihan sungai, normalisasi saluran air, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, Koramil Mangaran kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami akan terus hadir bekerja sama dengan warga. Lingkungan yang bersih dan bebas banjir adalah kepentingan bersama,” tutur Peltu Sukardi.
Kerja bakti dipimpin langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0823/04 Mangaran, Peltu Sukardi. Sejak matahari terbit, puluhan warga bersama aparat tampak menyisir tepi sungai sambil mengangkat tumpukan sampah yang mengganggu aliran air. Sampah yang ditemukan didominasi plastik, kertas, hingga limbah organik yang selama ini menjadi penyebab penyumbatan dan memperparah risiko banjir di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Peltu Sukardi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif menghadapi musim hujan yang rawan menimbulkan bencana. "Kegiatan ini sangat penting dilakukan antisipasi musim penghujan. Dengan membersihkan sungai, kita berharap aliran air dapat lancar dan mengurangi risiko banjir yang sering menimpa daerah ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya saat ada kerja bakti tapi juga dalam keseharian," ujarnya.
Selain membersihkan saluran sungai, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, aparat teritorial, dan masyarakat. Camat Mangaran bersama Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga pemuda desa turut hadir dan terlibat langsung dalam proses pembersihan. Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bukti bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Pihak Muspika Kecamatan Mangaran menilai kerja bakti ini sebagai bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem sungai. Menurut mereka, banjir di wilayah Mangaran tidak hanya terjadi akibat tingginya curah hujan, tetapi juga akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke badan sungai menjadi persoalan klasik yang terus dihadapi setiap tahun.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya melakukan aksi fisik, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Mereka diberikan pemahaman bahwa sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai dan memiliki dampak buruk terhadap biota air. Selain itu, penyumbatan aliran sungai berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur desa serta mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran.
Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah. Apalagi, Sungai Tanjung Pasir merupakan sumber aliran yang menghubungkan beberapa permukiman di Kecamatan Mangaran. Jika aliran air terganggu, dampaknya bisa dirasakan hingga ke wilayah hilir yang lebih padat penduduk.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjung Kamal menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini. Menurutnya, kerja bakti semacam ini dapat membangkitkan kepedulian sosial serta meningkatkan rasa gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Situbondo. Ia berharap kegiatan serupa dapat dijadwalkan secara berkala, terutama saat memasuki periode perubahan musim.
Di akhir kegiatan, aparat dan warga berhasil mengangkut sejumlah karung berisi sampah yang sebelumnya menumpuk di sepanjang aliran sungai. Sungai tampak lebih bersih dan aliran air kembali lancar. Meski begitu, para peserta sepakat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada aktivitas bersih-bersih semata, melainkan harus menjadi kebiasaan kolektif yang dilakukan setiap hari.
Kerja bakti ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Situbondo untuk melakukan tindakan preventif menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kondisi iklim yang semakin tidak menentu, langkah antisipasi seperti pembersihan sungai, normalisasi saluran air, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, Koramil Mangaran kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami akan terus hadir bekerja sama dengan warga. Lingkungan yang bersih dan bebas banjir adalah kepentingan bersama,” tutur Peltu Sukardi.
Kerja bakti berakhir menjelang siang, ditutup dengan penyerahan sampah ke tempat pembuangan akhir desa. Warga pulang dengan harapan baru bahwa musim hujan tahun ini dapat dilalui dengan lebih aman berkat upaya bersama menjaga kebersihan sungai. (*)

0 Komentar