Lansia Antre di Bundaran HI untuk Dapat Kartu Gratis Transjakarta

Featured Image

Antrean Panjang untuk Pendaftaran Kartu Layanan Gratis bagi Lansia di CFD

Sejak matahari belum terbit, warga lansia sudah memadati kawasan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia. Minggu (2/11) pagi itu, mereka berbaris dengan tujuan yang sama: mendaftar Kartu Layanan Gratis bagi lansia. Dua tenda milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta berjejer di depan Hotel Mandarin Oriental menjadi lokasi pendaftaran.

Antrean yang mengular ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para lansia. Sulastri (66), warga Cipinang, sudah tiba di lokasi sejak pukul 05.30 WIB. Ia berangkat menggunakan kereta dari Stasiun Klender ke Sudirman, lalu melanjutkan perjalanan kaki menuju tempat pendaftaran. “Saya rutin setiap minggu olahraga di sini,” katanya sambil menunggu suaminya yang masih berada di tengah antrean.

Sulastri mendengar informasi tentang pendaftaran gratis kartu Transjakarta untuk lansia dan langsung mendaftar. Meski telah mencoba mendaftar secara online, ia belum mendapatkan respons. “Saya sudah mengirim KTP sejak pukul setengah enam, tapi ternyata penuh juga. Baru dipanggil sekitar jam delapan kurang. Katanya kartunya nanti butuh dua jam lagi, sekitar jam sepuluh baru jadi,” ujarnya.

Namun, tidak semua peserta mendapatkan kepastian serupa. Di antara kerumunan, banyak warga yang akhirnya kecewa karena tidak termasuk dalam kategori penerima. Putri (35), misalnya, datang sejak pukul 06.30 WIB, tetapi baru menyadari bahwa pendaftaran hanya untuk lansia. “Saya udah ngantre jauh-jauh, ternyata harus ke Halte di Monas. Ini buat lansia semua,” katanya.

Pantauan panturatraveler.com menunjukkan bahwa tenda Dishub penuh sesak. Teriakan protes dari para lansia terdengar mengganggu suara petugas yang memanggil antrean. Beberapa warga mengeluhkan antrean yang tidak sesuai urutan. Martini (53), yang mengantar suaminya, mengeluhkan penataan antrean yang menurutnya acak-acakan. “Saya datang jam enam, tapi yang di belakang saya malah sudah dipanggil duluan. Banyak yang protes,” ujarnya.

Menurut Ihsan, petugas keamanan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pendaftaran sebenarnya sudah ditutup sejak pukul 06.30 WIB. Namun, para lansia tetap menyerbu antrean. “Petugasnya udah bilang kelar, tapi lansia-lansia pada enggak mau udahan. Katanya udah jauh-jauh datang.”

Ihsan menjelaskan bahwa setelah mendapat giliran foto, warga tinggal menunggu kartu. Namun, mereka yang belum masuk antrean akan dialihkan ke pekan depan. “Kalau yang di sini (antrean pendataan dokumen), nanti dikabarin minggu depan via WhatsApp. Tapi enggak tahu apakah minggu depan atau sebelum minggu depan,” ujarnya.

Kebingungan juga muncul karena informasi yang tidak seragam. Ikhsan (60), warga Kota Bambu, mengaku tak perlu difoto lagi karena sudah diambil dari KTP. “Beda-beda,” katanya. Menurutnya, lebih baik jika stand pendaftaran dibuka di kelurahan agar bisa diatur kuotanya per RT. “Kalau di CFD gini, ribuan orang datang,” tambahnya.

Meskipun diwarnai protes dan antrean panjang, Ikhsan mengaku terbantu atas adanya program ini. “Kalau begini, walaupun enggak sempurna dan enggak efisien, ya terbantu,” pungkasnya.

Melalui akun Instagram resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, antrean dibuka dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Pantauan panturatraveler.com menunjukkan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, kepadatan antrean telah mereda. Meski demikian, tampak sekitar 20-an lansia yang masih bertahan.

0 Komentar