
Akses Terbatas ke Puncak Jam Gadang, Kota Bukittinggi
Puncak Jam Gadang di Kota Bukittinggi menjadi salah satu ikon wisata yang menarik perhatian banyak orang. Namun, akses untuk mengunjungi tempat ini kini tidak sepenuhnya terbuka bagi umum. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi keselamatan dan kelestarian bangunan tersebut.
Salah satu alasan utama penutupan akses adalah kondisi tangga yang curam serta usia bangunan yang sudah mencapai satu abad. Selain itu, material bangunan yang dibuat tanpa besi penyangga juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sehingga, hanya sedikit orang yang memiliki kesempatan untuk melihat langsung keindahan pemandangan dari atas puncak Jam Gadang.
Untuk masuk ke area tersebut, diperlukan izin terlebih dahulu dari Dinas Pariwisata setempat. Jika sudah mendapatkan izin, petugas akan membantu pengunjung dalam menjaga keselamatan selama berada di dalam bangunan. Proses naik dan turun pun dilakukan secara bergantian agar tidak memberatkan struktur bangunan.
Pengalaman Naik ke Puncak Jam Gadang
Dalam sebuah acara Familiarization Trip Kementerian Pariwisata RI bersama Travel Agent Malaysia ke Sumatera Barat, panturatraveler.com berkesempatan melihat keindahan sore hari dari lantai teratas puncak Jam Gadang. Acara ini berlangsung pada Senin (27/10/2025) dengan waktu mulai pukul 16.15 WIB.
Saat itu, rombongan harus bergantian naik-turun menara sepanjang 26 meter. Hanya tersedia tangga besi dengan kapasitas satu orang sebagai akses naik maupun turun. Ruangan di setiap lantai terasa kosong, bahkan ukuran ruang semakin sempit saat menuju lantai teratas.
Di lantai lima dan enam, terdapat peralatan penting seperti lonceng dan bandul atau mesin penggerak denting Jam Gadang. Lonceng ini cukup besar dan memakan tempat di tengah ruang, sehingga tidak banyak orang yang dapat masuk ke lantai ini. Namun, terdapat teras di puncak yang bisa diakses oleh wisatawan dengan izin Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi.
Pemandangan dan Suara Dentingan Jam Gadang
Dari teras puncak Jam Gadang, pengunjung dapat melihat pemandangan sekitar Kota Bukittinggi. Di sebelah utara terdapat Pasar Atas, sebelah selatan tampak Istana Bung Hatta, di arah timur ada Gunung Marapi, serta Ramayana di hadapan depan arah Barat.
Selain pemandangan, bunyi dentingan jam juga menjadi daya tarik utama. Lonceng besar yang terdapat di lantai enam akan berbunyi otomatis mengikuti bandul di lantai lima. Lonceng Jam Gadang akan berdenting satu kali setiap 30 menit. Pada pukul 12.00 WIB, Jam Gadang akan berdenting sebanyak 12 kali.
Bunyi dentingan ini terdengar jelas di sekitar area Jam Gadang, terutama di dekat pasar maupun ruko-ruko setempat. Saat rombongan mencoba merekam momen bunyi Jam Gadang pada pukul 16.30 WIB, mereka justru kaget karena suara lonceng sangat lantang. Meskipun ingin merekam, bunyi tersebut justru tertutup oleh suara kaget mereka sendiri.
0 Komentar