Selain Pantai, Ini 5 Wisata Tersembunyi Nusa Penida yang Harus Dikunjungi 2025 Bersama Keluarga

Featured Image

Destinasi Wisata Tersembunyi di Nusa Penida yang Wajib Dikunjungi Tahun 2025

Nusa Penida dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Pantai-pantainya seperti Kelingking, Diamond, dan Crystal Bay sering menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Namun, di balik pesona pantai tersebut, pulau ini menyimpan berbagai tempat wisata yang tidak kalah menarik, mulai dari bukit hijau hingga gua spiritual.

Tren wisata di Nusa Penida pada tahun 2025 mulai bergeser. Banyak wisatawan kini mencari pengalaman baru yang berbeda dari pantai, seperti trekking, petualangan alam, atau pengalaman spiritual. Berikut adalah lima destinasi terbaik di Nusa Penida yang layak dikunjungi selain pantai:

1. Bukit Teletubbies Nusa Penida: Perbukitan Hijau yang Menenangkan

Bukit Teletubbies Nusa Penida menawarkan pemandangan perbukitan hijau yang unik, mirip dengan latar dari serial anak-anak Teletubbies. Lokasinya berada di Dusun Julingan, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Akses menuju lokasi cukup mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam dari Pelabuhan Toya Pakeh atau Banjar Nyuh.

Daya tarik utama dari bukit ini adalah bentang alam yang simetris dan hijau, cocok untuk foto Instagramable. Pengunjung juga bisa melakukan trekking ringan sambil menikmati udara segar dan ketenangan alam. Meski kini dikenakan tiket masuk sekitar Rp10.000, pesona alamnya tetap membuatnya layak dikunjungi.

2. Banah Cliff: Tebing Megah dengan Panorama Samudra Hindia

Banah Cliff merupakan titik pandang yang spektakuler di Nusa Penida. Terletak di pesisir barat daya pulau, tempat ini menyuguhkan pemandangan laut biru jernih yang berpadu dengan tebing batu karang yang menjulang tinggi. Ikon utamanya adalah Banah Arch, sebuah batu karang besar berlubang yang tampak seolah "melayang" di lautan.

Meskipun aksesnya cukup menantang, pemandangan yang menanti di puncaknya sangat sepadan. Suasana di Banah Cliff relatif sepi, membuatnya menjadi pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati ketenangan. Disarankan menggunakan jasa pengemudi lokal untuk perjalanan yang lebih aman.

3. Air Terjun Guyangan: Petualangan Seru Menuruni 700 Anak Tangga

Air Terjun Guyangan, atau Peguyangan Waterfall, adalah destinasi yang menggabungkan keindahan alam dengan petualangan spiritual. Terletak di Desa Batukandik, pengunjung harus menuruni sekitar 700 anak tangga berwarna biru yang menempel di tebing. Jalur ini menawarkan panorama laut lepas yang menakjubkan di setiap langkahnya.

Di tengah perjalanan, terdapat pura kecil yang menjadi tempat suci bagi warga setempat. Pengunjung wajib memakai kain atau sarung yang bisa disewa dengan biaya sekitar Rp15.000. Tiket masuk gratis, hanya dikenakan biaya parkir motor sekitar Rp5.000. Guyangan sangat direkomendasikan bagi pencinta alam dan pelancong yang ingin menikmati pengalaman petualangan berbeda.

4. Temeling Beach and Spring: Kolam Alami di Tengah Hutan Tropis

Temeling Beach and Spring, atau biasa disebut Tembeling, merupakan surga tersembunyi di barat Nusa Penida. Tempat ini menawarkan kombinasi hutan primer yang rimbun, mata air alami, serta pantai berpasir putih yang tenang. Daya tarik utamanya adalah dua kolam alami yang terbentuk dari sumber air pegunungan.

Pengunjung bisa berjalan kaki menyusuri jalur hutan sejauh sekitar dua kilometer dengan pemandangan alami yang menawan. Akses ke lokasi kini lebih baik, meski bagian akhir jalannya cukup curam dan sempit. Pengunjung bisa menggunakan jasa ojek lokal dengan tarif sekitar Rp20.000 untuk mencapai titik utama. Tidak ada tiket masuk resmi, namun biasanya dikenakan biaya parkir atau donasi sukarela.

5. Pura Goa Giri Putri: Wisata Spiritual di Dalam Gua Sakral

Pura Goa Giri Putri merupakan salah satu destinasi spiritual paling terkenal di Nusa Penida. Berada di Desa Pakraman Suana, gua ini menjadi lokasi pemujaan bagi umat Hindu Bali. Nama “Goa Giri Putri” berasal dari kata goa (gua), giri (bukit), dan putri (dewi), melambangkan energi keibuan dari Dewi Parwati.

Untuk memasuki gua, pengunjung harus menaiki sekitar 50–110 anak tangga dan melewati lorong sempit yang hanya bisa dilewati dengan posisi merunduk. Di dalam gua terdapat enam pura, lima di antaranya berada di dalam ruangan besar yang diterangi lampu dan satu di luar gua. Pengunjung diwajibkan memakai kain atau sarung yang bisa disewa di lokasi. Tiket masuk berkisar antara Rp10.000–Rp50.000, tergantung kebijakan pengelola, serta biaya parkir sekitar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika suasana lebih sejuk dan tidak ramai. Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman spiritual sekaligus keindahan alam bawah tanah, Pura Goa Giri Putri wajib masuk daftar kunjungan.

Kelima destinasi di atas membuktikan bahwa keindahan Nusa Penida tidak hanya terbatas pada pantainya saja. Mulai dari bukit hijau, tebing dramatis, air terjun eksotis, hutan tropis, hingga gua spiritual—semuanya menawarkan pengalaman wisata yang beragam dan mengesankan. Dengan akses yang semakin mudah dan fasilitas yang terus berkembang, Nusa Penida siap menyambut lebih banyak wisatawan di tahun 2025 yang ingin menjelajahi sisi lain pulau ini. Jadi, jangan hanya terpaku pada pantai—saatnya menjelajah Nusa Penida dari sudut yang berbeda.

0 Komentar