
Situs Warisan Dunia di Afrika yang Berkaitan dengan Sejarah Kolonialisme
Afrika memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari pengaruh kolonialisme. Sejak abad ke-15, banyak negara Eropa mulai memperluas pengaruhnya di benua ini. Dari Portugis hingga Inggris, Prancis, dan Belanda, mereka membangun berbagai infrastruktur seperti pelabuhan, penjara, dan benteng pertahanan. Meski kini banyak negara Afrika telah merdeka, beberapa bangunan era kolonial masih bertahan hingga kini dan menjadi bagian dari situs warisan dunia UNESCO. Berikut adalah tujuh situs tersebut.
1. Aapravasi Ghat
Aapravasi Ghat merupakan kantor imigrasi yang dibangun oleh Inggris pada tahun 1849. Awalnya, bangunan ini digunakan untuk menangani pekerja migran yang datang dari India. Mereka diberangkatkan ke berbagai koloni Inggris di Afrika, Pasifik, dan Karibia. Pada masa kerja terikat hutang atau indentured labor, para pekerja mendapatkan upah dan kesempatan kembali ke negara asal setelah kontrak berakhir. Aapravasi Ghat juga dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet, jalur rel kereta api, dapur umum, dan rumah sakit. Fungsi bangunan ini berakhir pada pertengahan 1920-an.
2. Asmara
Asmara, ibukota Eritrea, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Kota ini mulai berkembang pesat selama pemerintahan kolonial Italia sejak tahun 1889. Pada masa itu, banyak bangunan penting seperti kantor pemerintahan, pemukiman, toko, bank, gereja, bioskop, dan hotel dibangun. Desain arsitektur kota ini mencerminkan gaya Italia. Namun, pembangunan dihentikan saat Perang Dunia II meletus.
3. Cidade Velha
Cidade Velha, yang berarti "kota tua" dalam bahasa Portugis, merupakan salah satu situs sejarah penting di Cape Verde. Sebelum ibukota dipindahkan ke Praia, kota ini menjadi pusat pemerintahan kolonial. Pada abad ke-16 hingga 17, Cidade Velha menjadi jalur perdagangan penting antara Afrika, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia. Sisa-sisa bangunan era kolonial seperti benteng, gereja, dan lapangan kota masih dapat dilihat hingga kini.
4. Fort Jesus
Fort Jesus adalah benteng milik kolonial Portugis yang dibangun pada tahun 1593–1596. Benteng ini terletak di Mombasa, Kenya, dan memiliki desain bergaya Renaissance. Fort Jesus menjadi saksi keberhasilan awal bangsa Eropa dalam menguasai jalur perdagangan di Samudra Hindia. Selama ratusan tahun, benteng ini sering menjadi rebutan antara Portugis, Arab, Afrika, dan Inggris.
5. Mazagan
Mazagan adalah kota berbenteng yang dibangun oleh penjelajah Portugis pada awal abad ke-16. Di balik benteng ini, terdapat bangunan bergaya Gothic seperti Church of the Assumption. Setelah Portugis meninggalkan Maroko pada tahun 1769, kota ini ditinggalkan selama puluhan tahun. Akhirnya, masyarakat Maroko melakukan perbaikan dan mengubah namanya menjadi El Jadida. Sekarang, kota ini menjadi destinasi wisata populer.
6. Pulau Gorée
Pulau Gorée, yang terletak di Senegal, merupakan tempat penampungan orang-orang Afrika sebelum dikirim ke Amerika sebagai budak. Pulau ini menjadi salah satu titik penting dalam perdagangan budak. Selama lebih dari dua abad, pulau ini berada dalam kuasa Portugis hingga akhirnya beralih ke Prancis. Meski praktik perbudakan dihentikan pada 1848, Pulau Gorée tetap menjadi saksi sejarah yang penting. Bangunan seperti Maison des Esclaves dan Fort d'Estrées masih tersisa hingga kini.
7. Pulau Robben
Pulau Robben, yang terletak di Afrika Selatan, memiliki sejarah panjang. Awalnya, pulau ini digunakan sebagai tempat transit kapal-kapal laut. Selama era kolonial, Belanda dan Inggris menggunakan pulau ini sebagai tempat isolasi bagi tahanan, penderita kusta, dan orang-orang yang dianggap gangguan mental. Selama Perang Dunia II, pulau ini diperketat keamanannya. Pada masa rezim apartheid, Pulau Robben digunakan sebagai penjara tingkat tinggi. Nelson Mandela pernah ditahan di sini. Hingga tahun 1996, pulau ini masih berfungsi sebagai penjara sebelum berubah menjadi museum.
Ketujuh situs ini hanya beberapa contoh dari banyaknya peninggalan kolonial yang masih terjaga hingga kini. Tidak hanya menjadi tujuan wisata, situs-situs ini juga menjadi saksi bisu sejarah panjang Afrika yang terpengaruh oleh kekuatan luar.
0 Komentar