
Performa Mengesankan Arsenal di Liga Premier
Arsenal dan pelatih Mikel Arteta sedang dalam performa terbaiknya. Mereka belum pernah kalah dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi, yang menunjukkan bahwa tim ini sangat stabil dan kuat. Dalam tujuh pertandingan terakhir, mereka bahkan tidak kebobolan satu gol pun. Sementara itu, dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya kebobolan empat tembakan tepat sasaran.
Banyak orang tertawa ketika statistik ini terungkap, karena menunjukkan bahwa Arsenal berada di jalur yang tepat untuk mengalahkan rekor luar biasa Chelsea yakni 15 gol yang kebobolan dalam satu musim Liga Primer. Namun, yang jelas adalah bahwa Arsenal saat ini memiliki pertahanan paling solid dan dapat diandalkan di Eropa.
Pasukan Mikel Arteta memang telah tampil dominan di lini belakang selama beberapa musim terakhir. Tapi pada musim 2025/26, mereka tampil lebih baik lagi. Meski Burnley bukan lawan terberat bagi Arsenal musim ini, mereka tetap harus waspada saat bertandang ke Turf Moor.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi Arsenal, berkat gol dari Viktor Gyokeres dan Declan Rice. Gyokeres ditarik keluar pada babak kedua karena cedera, tetapi sebelum itu ia tampil luar biasa, tidak hanya mencetak gol tetapi juga menciptakan dua peluang besar dan memberikan tiga umpan kunci. Penampilannya bisa dikatakan sebagai yang terlengkap dalam karier pemain Swedia tersebut selama berseragam Arsenal.
Gabriel: Pemain Bertahan Terbaik di Eropa
Ada dua pemain yang menjadi pusat dari semua hal baik yang dilakukan The Gunners. Salah satunya adalah Gabriel. Bisa dikatakan bahwa bek Brasil ini adalah salah satu pemain terbaik di Eropa saat ini. Setelah Arsenal mengalahkan Crystal Palace seminggu yang lalu, Jamie Carragher menyebutnya sebagai pemain paling berpengaruh di Liga Premier.
Hanya tiga bek yang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik divisi ini dalam satu musim, yaitu Virgil van Dijk, John Terry, dan Paul McGrath. Tapi Gabriel tentu layak masuk dalam perbincangan tersebut. Ia sedang dalam performa terbaiknya, dengan dua gol dan tiga assist dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Meskipun tidak mencetak gol di Burnley, ia memainkan peran penting lainnya dalam kemenangan. Tendangan sudut Rice langsung mengarah ke Gabriel di tiang belakang, yang kemudian mengarahkan bola ke Gyokeres untuk mencetak gol. Selama beberapa tahun terakhir, Gabriel sering muncul dari situasi bola mati, tapi dalam beberapa bulan terakhir ia menjadi lebih menginspirasi daripada sebelumnya.
Selain itu, ia juga merupakan bek yang sangat tangguh. Di pertandingan melawan Burnley, meskipun lawan tidak memberikan ancaman nyata, ia tetap dominan dengan 93 persen umpan yang berhasil dan 100 persen kemenangan dalam lima duel. Ia juga melakukan sembilan sapuan, membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik Arsenal musim ini.
Declan Rice: Pemain Terbaik di Lapangan
Selain Gabriel, ada satu pemain yang menjadi sorotan utama dalam pertandingan melawan Burnley. Pemain tersebut adalah Declan Rice. Sebagai gelandang bertahan yang didatangkan dari West Ham United pada 2023, Rice kini telah membawa permainannya ke level baru, terutama dalam tahun 2025.
Tidak ada pemain yang menciptakan lebih banyak peluang di Liga Premier daripada Rice tahun ini, sebagian besar disebabkan oleh penyampaian set-play yang sempurna. Di pertandingan melawan Burnley, ia memberikan assist awal dari tendangan sudut untuk gol Gyokeres. Hal ini memperkuat klaim bahwa ia kini menjadi salah satu pemain terbaik dalam penguasaan bola mati.
Reporter Sky Sports, Sam Blitz, bahkan menyatakan bahwa Rice kini menjadi "pengambil bola mati terbaik di dunia sepak bola." Namun, Rice bukan hanya eksekutor bola mati yang handal. Ia juga pencetak gol, pemain yang piawai menggiring bola, dan salah satu gelandang paling lengkap di Eropa.
Penampilannya di Turf Moor digambarkan sebagai "performa monster" oleh Simon Collings dari The Standard. Rice mencetak gol melalui sundulan brilian dari umpan Leandro Trossard di babak pertama, tetapi pengaruhnya jauh melampaui itu. Ia mencatatkan 94 sentuhan, memimpin jumlah umpan terbanyak, dan memenangkan sembilan dari 14 duel.
Dengan performa seperti ini, Rice sangat bersaing dengan Gabriel untuk meraih gelar pemain terbaik Liga Premier musim ini. Biaya transfer yang melampaui £100 juta jarang terasa murah, tapi dalam kasus Rice, hal itu terbukti benar.
0 Komentar