Babinsa Besuki Dampingi Fogging DBD di Desa Langkap, Upaya Tekan Penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti

SITUBONDO — Upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di wilayah Kabupaten Situbondo. Babinsa Koramil 0823-11/Besuki, Serka Hartono, mendampingi pelaksanaan kegiatan fogging di Dusun Beringin, Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Rabu (24/12/2025), sebagai langkah antisipatif untuk menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit DBD.

Kegiatan fogging tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap potensi meningkatnya kasus DBD, terutama pada musim penghujan yang rawan menimbulkan genangan air di lingkungan permukiman warga. Fogging menyasar rumah-rumah penduduk dan area yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti saluran air, pekarangan, dan titik-titik yang sulit dijangkau.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran. Selain itu, kehadiran aparat kewilayahan juga memberikan rasa aman dan meningkatkan partisipasi warga dalam mendukung program kesehatan lingkungan yang digagas pemerintah desa bersama petugas kesehatan.

Pelaksanaan fogging ini melibatkan petugas kesehatan, perangkat Desa Langkap, serta dukungan masyarakat setempat. Proses penyemprotan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan prosedur keselamatan, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia.

Serka Hartono mengatakan bahwa pendampingan kegiatan fogging merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mendampingi kegiatan ini agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran. Selain fogging, kami juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Serka Hartono di sela kegiatan.

Ia menekankan pentingnya penerapan langkah 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan.

Kegiatan fogging ini mendapat sambutan positif dari warga Dusun Beringin. Warga menilai langkah tersebut sangat membantu dalam menekan populasi nyamuk, sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran Babinsa yang turut mengawal kegiatan juga dinilai sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat.

Salah seorang warga Dusun Beringin mengungkapkan bahwa kegiatan fogging sangat dinantikan, terutama setelah beberapa waktu terakhir cuaca sering hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu munculnya nyamuk penyebab DBD jika tidak segera diantisipasi.

“Kami merasa terbantu dengan adanya fogging ini. Apalagi Babinsa ikut turun langsung mendampingi, sehingga kegiatan berjalan tertib dan warga juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Perangkat Desa Langkap menyampaikan bahwa kegiatan fogging merupakan bagian dari program pencegahan penyakit yang rutin dilakukan, terutama di wilayah yang dinilai rawan. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat dan melakukan langkah-langkah preventif lainnya.

Selain fogging, pemerintah desa bersama Babinsa dan petugas kesehatan juga mendorong warga untuk aktif melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, terutama saluran air dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar upaya pencegahan DBD tidak bersifat sementara.

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan fogging ini sekaligus mencerminkan peran TNI sebagai aparat kewilayahan yang tidak hanya fokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif mendukung program kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, petugas kesehatan, dan warga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular.

Melalui kegiatan fogging yang disertai dengan imbauan pola hidup bersih dan sehat, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Langkap semakin meningkat. Upaya pencegahan DBD diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga risiko penyebaran penyakit dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, terus terjaga. (*)

0 Komentar