
Penanganan Darurat Banjir Rob di Wilayah Pesisir Jakarta
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan bahwa penanganan darurat banjir rob di wilayah pesisir telah dilakukan di berbagai titik. Selanjutnya, fokus utama akan beralih pada penguatan struktur tanggul yang akan menjadi prioritas anggaran tahun mendatang.
“Hari ini, kami memastikan seluruh titik yang berpotensi mengalami rembesan rob telah mendapat penanganan awal. Beberapa titik sudah terkendali, namun kami juga menyiapkan langkah-langkah penguatan jangka panjang yang akan dilaksanakan pada 2026,” ujar Ika.
Ika menjelaskan bahwa semua temuan di lapangan telah dicatat sebagai prioritas mitigasi. Dinas SDA juga terus berkoordinasi dengan Pelindo, Nizam Zachman, pemerintah kota, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi rob.
“Kami bergerak cepat menangani kondisi darurat, namun pekerjaan utama tetap pada penguatan dan rehabilitasi tanggul untuk melindungi kawasan pesisir,” tambah dia.
Hasil Tinjauan di Tiga Lokasi Terdampak Banjir Rob
Kasatpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Penjaringan, Pendi, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau tiga lokasi utama di wilayah pesisir Jakarta Utara yang terdampak rembesan dan limpasan rob. Ketiga titik tersebut menjadi prioritas penanganan darurat.
1. Tanggul Muara Baru
Tanggul Muara Baru sejak beberapa hari terakhir mengalami rembesan akibat usia tanggul yang sudah cukup lama. Di Muara Baru, bukan genangan, tapi rembesan dari balik tanggul. Ada bagian tanggul yang sudah melemah sehingga air masuk melalui celah-celah kecil.
Penanganan sementara dilakukan dengan menyumpal titik yang bocor menggunakan karung pasir. Hingga saat ini, sekitar 500 karung pasir telah digunakan untuk menutup kebocoran tersebut. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan penemuan titik-titik rembesan lainnya yang perlu diperkuat.
2. Pelabuhan Muara Baru
Lokasi kedua yang ditinjau adalah Pelabuhan Muara Baru, tepatnya di Jalan Tuna III, yang sempat viral akibat limpasan air dari area dermaga. Limpasan air terjadi karena air keluar melalui celah pagar pembatas dermaga yang berbatasan langsung dengan permukaan laut.
Pendi menjelaskan bahwa pihaknya mendapat instruksi untuk memasang tanggul pasir sepanjang pagar yang menjadi jalur keluar air. Panjang pastinya masih dihitung karena area tersebut cukup luas.
3. Kawasan Pengedokan Mandala Bahari
Titik ketiga yang ditinjau adalah kawasan Pengedokan Mandala Bahari yang juga mengalami limpasan air dari area pergudangan yang berbatasan langsung dengan laut. Pendi mengatakan, kondisi di Mandala Bahari cukup kompleks karena terdapat bangunan warga yang sangat dekat dengan garis air.
Di Mandala Bahari, sisi tanggul yang permanen sebenarnya sudah aman. Namun, ada satu titik yang berada di kawasan pergudangan dan rumah-rumah warga. Limpasan terjadi dari area itu, dan karena status bangunannya belum jelas, koordinasi harus dilakukan dengan lebih hati-hati.
Rembesan Air Laut Terdampak pada 7 RT
Warga di sekitar Tanggul Pelindo Muara Baru, Penjaringan, mengungkapkan rasa lega setelah pemerintah daerah turun langsung untuk meninjau lokasi rembesan rob yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Adapun rembesan air laut tersebut berdampak pada sedikitnya tujuh RT, yaitu RT 4, 5, 6, 11, 12, 14, dan 15.
Ketua RT 15 Penjaringan, Dewi, mengatakan, kondisi tanggul memang sudah lama memprihatinkan dan sering menyebabkan air masuk ke permukiman saat pasang tinggi.
Rincian Penanganan Lapangan Terkait Banjir Rob
Adapun penanganan tanggul Muara Baru (Pelindo) dilakukan penambalan dengan ±350 karung dilakukan pada titik rembesan. Kebocoran utama telah berhenti dan tidak tampak rembesan signifikan saat pasang.
Jalan Tuna III (Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman) dengan penanganan sementara menggunakan Movable Concrete Barrier (MCB) dan geotextile. Selanjutnya, Jalan Cumi Raya (Nizam Zachman) dilakukan pemasangan MCB sepanjang 10 meter dengan terpal. Masih ada rembesan kecil, tetapi kebocoran utama sudah tertangani.
Tanggul kawasan Pelabuhan Nizam Zachman, monitoring dilakukan bersama pihak pelabuhan. Masih ditemukan celah rembesan sehingga diperlukan rehabilitasi dan penguatan struktur.
Sementara di Jalan Mandala Bahari, Sudin SDA Jakut membangun tanggul mitigasi sepanjang 300 meter, Dinas SDA Provinsi membangun tanggul mitigasi tambahan di sisi utara, dan Satgas Pasukan Biru menambah peninggian darurat menggunakan bronjong dan karung pasir.
Di Pantai Mutiara, Dinas SDA menyiapkan pembangunan tanggul NCICD: 100 meter di sisi barat dan 430 meter di sisi timur.
0 Komentar