Peringati Hari Juang TNI AD, Polkes Situbondo Gelar Donor Darah Massal untuk Bantu Penuhi Stok PMI
SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT Kodam V/Brawijaya 2025 di Kabupaten Situbondo berlangsung dengan kegiatan kemanusiaan berupa donor darah massal yang digelar Polkes 05.09.19 Situbondo. Aksi sosial tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 2 Situbondo, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, pada Kamis (11/12/2025), dan diikuti puluhan peserta dari unsur TNI, Polri, Persit, tenaga pendidik, serta masyarakat umum.
Mengusung tema nasional “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan stok darah PMI Situbondo. Kepala Polkes 05.09.19 Situbondo, Lettu Ckm Akh. Fadli, A.Md.Kep., memimpin langsung jalannya kegiatan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur medis.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pendaftaran dan pengecekan kesehatan. Petugas dari Polkes bersama PMI Kabupaten Situbondo melakukan pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, serta kondisi fisik peserta sebelum dinyatakan layak donor. Pada 08.08 WIB, proses pengambilan darah dimulai dan berlangsung lancar hingga seluruh peserta selesai menjalani tahapan prosedural donor.
Total 80 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari 20 anggota Kodim 0823 Situbondo, 10 anggota Polres Situbondo, 10 anggota Persit KCK Cabang Situbondo, serta 40 tenaga pendidik dari SMAN 2 Situbondo. Dari jumlah tersebut, 74 orang dinyatakan memenuhi syarat donor, sedangkan 6 lainnya tidak memenuhi syarat karena empat peserta sedang mengalami menstruasi dan dua lainnya memiliki tekanan darah tinggi.
Kehadiran jajaran pimpinan instansi turut memperkuat dukungan moral terhadap kegiatan sosial ini. Selain Kepala Polkes Situbondo, tampak hadir Kapolsek Situbondo Kota, Iptu Mardi Hartoyo, S.H., Babinsa Kelurahan Patokan, petugas PMI Situbondo, serta pengurus Persit KCK Cabang XXXVII Kodim 0823/Situbondo. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan menjadi tanggung jawab bersama.
Lettu Fadli menegaskan bahwa donor darah bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga kontribusi langsung masyarakat dan TNI dalam menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi. Meski disampaikan melalui laporan kegiatan, pesan kemanusiaan itu kembali ditekankan: “Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi keselamatan jiwa orang lain. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua.”
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD yang setiap tahun diisi dengan kegiatan sosial berskala nasional. Melalui aksi donor darah ini, TNI AD berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membantu PMI menghadapi kebutuhan darah yang cenderung meningkat pada periode tertentu. Di Situbondo, stok darah kerap membutuhkan tambahan, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit daerah dan pasien dengan kondisi medis darurat.
Donor darah kali ini juga disambut antusias oleh para tenaga pendidik SMAN 2 Situbondo yang menjadi tuan rumah acara. Kehadiran puluhan guru menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat pendidikan terhadap isu kemanusiaan. Selain itu, partisipasi anggota TNI dan Polri memperlihatkan bahwa sinergi antarlembaga masih terjaga kuat dalam kegiatan kemasyarakatan di Situbondo.
Dengan terhimpunnya puluhan kantong darah dari kegiatan ini, Polkes 05.09.19 Situbondo berharap kontribusi tersebut dapat membantu PMI Situbondo memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan. Kegiatan donor darah juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kepedulian sosial bisa dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja.
Melalui pelaksanaan donor darah memperingati Hari Juang TNI AD, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi TNI, Polri, tenaga pendidik, serta masyarakat luas dalam aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam menghadapi persoalan kemanusiaan di daerah. (*)
0 Komentar