PROBOLINGGO, GUBUKINSPIRASI.id – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Perpustakaan UNUJA secara resmi meraih Akreditasi A (Unggul) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), berdasarkan sertifikat dengan Nomor AKR.03.00/2066/2025. Status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun ke depan dan menjadi pengakuan atas kualitas layanan, pengelolaan, serta pengembangan literasi yang konsisten dilakukan oleh perpustakaan UNUJA.
Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mendukung Tridarma Perguruan Tinggi melalui penyediaan akses informasi yang kredibel, sarana belajar yang memadai, serta atmosfer akademik yang berorientasi pada mutu pendidikan berkelanjutan. Prestasi tersebut juga menjadi bukti nyata peningkatan tata kelola perpustakaan yang tidak hanya mengedepankan koleksi fisik, tetapi juga transformasi layanan digital.
Kepala Perpustakaan UNUJA menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak di lingkungan kampus. “Akreditasi A ini adalah hasil kerja keras seluruh tim perpustakaan, dukungan penuh dari Rektorat, dan partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika UNUJA,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian akreditasi mencakup sejumlah aspek strategis mulai dari kualitas layanan, jumlah dan keragaman koleksi, inovasi layanan digital, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan.
Ia menambahkan bahwa proses akreditasi merupakan momentum penting untuk terus memperkuat layanan perpustakaan sebagai pusat literasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas, memperkaya koleksi referensi ilmiah, serta mengembangkan sistem layanan berbasis teknologi agar mahasiswa, dosen, dan peneliti semakin mudah mengakses sumber pengetahuan,” tambahnya.
Rektor UNUJA menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa perpustakaan memegang peran strategis sebagai jantung akademik universitas dan menjadi barometer kualitas sebuah institusi pendidikan tinggi. “Raihan Akreditasi A ini adalah langkah besar yang menunjukkan keseriusan UNUJA dalam meningkatkan mutu pendidikan dan riset,” ungkapnya. Ia berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat seluruh civitas akademika untuk terus berkembang dalam berbagai bidang.
Perpustakaan UNUJA diketahui telah melakukan sejumlah penguatan layanan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penataan ruang baca yang lebih representatif, penambahan koleksi buku dan jurnal ilmiah nasional maupun internasional, serta pengembangan layanan digital melalui repository dan akses e-library. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan generasi pembelajar masa kini yang semakin mengandalkan sumber referensi berbasis teknologi.
Selain itu, perpustakaan juga aktif menyelenggarakan kegiatan literasi informasi, pelatihan penulisan ilmiah, workshop manajemen referensi, dan pendampingan publikasi karya ilmiah bagi mahasiswa. Program tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata perpustakaan dalam menciptakan kultur akademik yang produktif dan mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
Dengan raihan akreditasi tertinggi dari Perpusnas RI, perpustakaan UNUJA menargetkan untuk terus memperluas akses informasi dan memperkuat jaringan kolaborasi dengan berbagai perpustakaan serta lembaga riset nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan literasi dan peningkatan kualitas layanan berbasis interaksi akademik yang lebih luas.
Perpustakaan UNUJA menegaskan bahwa prestasi ini bukan akhir, melainkan awal komitmen baru untuk menjaga kualitas dan mempercepat transformasi layanan.
“Kami bertekad menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, modern, dan terbuka bagi semua. Akreditasi ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus bergerak dan memberikan yang terbaik,” tutup Kepala Perpustakaan UNUJA.
Dengan capaian ini, UNUJA memperkuat posisinya sebagai salah satu kampus yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas literasi dan layanan akademik di Indonesia. Prestasi tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak kegiatan ilmiah serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. (*)
0 Komentar