Universitas Nurul Jadid (UNUJA) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat literasi statistik di kampus dan masyarakat. Kerja sama ini diwujudkan melalui pengembangan Pojok Statistik di Perpustakaan UNUJA serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digagas BPS sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan data di tingkat desa.
Kolaborasi tersebut diumumkan dalam sebuah pertemuan yang digelar di Ruang Pertemuan Jabung 3, lantai 3 Kantor Bupati Probolinggo pada 9 Desember 2025. Acara itu dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari jajaran pimpinan UNUJA, akademisi dari perguruan tinggi di Probolinggo, mahasiswa, hingga perwakilan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hadir pula Plt Kepala BPS, perwakilan Diskominfo, serta para agen statistik yang selama ini aktif menjadi penggerak literasi data di lingkungan kampus.
Wakil Rektor III UNUJA, dr. Baharun, bersama Kepala LPIP UNUJA, Nur Hamid, dan Khairi sebagai perwakilan akademisi, turut memperkuat komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mendukung akses data terbuka dan mendorong budaya riset berbasis data di kalangan mahasiswa. Agenda penguatan kerja sama ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan akademik seperti penyusunan skripsi, tesis, serta penelitian ilmiah berbasis data resmi BPS.
Plt Kepala BPS, Lilik, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadiran Pojok Statistik di kampus menjadi salah satu upaya strategis untuk mendekatkan data resmi kepada mahasiswa dan civitas akademika. Menurutnya, ruang ini bukan hanya tempat mengakses publikasi, tetapi juga pusat konsultasi yang memungkinkan mahasiswa dan dosen memahami metodologi statistik secara lebih komprehensif.
“Pojok Statistik ini bukan hanya ruang fisik, tetapi pusat informasi dan konsultasi data. Kami berharap keberadaannya dapat mendorong budaya berpikir berbasis data, terutama bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, dan riset ilmiah. Ini adalah kontribusi nyata UNUJA dalam mendukung evidence-based policy,” ujarnya.
Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mengakses publikasi terbaru BPS, berkonsultasi mengenai metode statistik, serta memanfaatkan database terintegrasi sebagai dasar penelitian. Konsultasi metodologi juga disediakan untuk membantu peneliti dan akademisi menghasilkan riset yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak hanya berhenti pada ruang lingkup kampus, kolaborasi UNUJA dan BPS juga diperluas melalui sinergi dalam program Desa Cantik. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas perangkat desa agar mampu mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data statistik secara mandiri. Dengan data yang akurat, desa dapat merancang perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lilik menegaskan pentingnya data mikro di tingkat desa sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara BPS dan UNUJA melalui program Desa Cantik memperkuat komitmen kedua lembaga dalam mendukung lahirnya desa-desa sadar data.
“Data adalah aset berharga. Melalui program Desa Cantik yang didukung oleh sumber daya akademik dari UNUJA, kami optimis bahwa desa akan memiliki data yang akurat dan mutakhir. Mahasiswa agen statistik UNUJA dapat berperan aktif sebagai penggerak literasi statistik dalam membantu pengumpulan dan visualisasi data di desa sasaran,” jelasnya.
Mahasiswa yang tergabung sebagai agen statistik di UNUJA nantinya akan terlibat dalam pendampingan perangkat desa untuk mengolah dan memanfaatkan data. Pendampingan ini mulai dari pelatihan teknik pengumpulan data, penggunaan aplikasi statistik, hingga penyajian data dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi perguruan tinggi lain dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis data. Selain memperkuat kualitas pendidikan statistik, kolaborasi ini juga membuka ruang lebih luas bagi penelitian terapan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi UNUJA, kemitraan dengan BPS ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem akademik yang berbasis literasi data. Meningkatnya kebutuhan akan data yang valid di berbagai sektor membuat kemampuan membaca dan mengolah data menjadi keterampilan esensial bagi mahasiswa dan tenaga pendidik. Melalui Pojok Statistik, civitas akademika dapat membangun pemahaman data yang lebih kuat, sementara melalui Desa Cantik, mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmunya secara langsung di lapangan.
Sinergi dua program tersebut dinilai mampu memperluas manfaat literasi statistik, tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk masyarakat luas. Dengan meningkatnya kualitas data di tingkat desa, proses perencanaan pembangunan daerah dapat dilakukan dengan lebih akurat, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berbasis data di Kabupaten Probolinggo dan wilayah lainnya.
Pada akhir acara, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi ini secara berkelanjutan. UNUJA dan BPS sepakat memperkuat akses data resmi, meningkatkan kapasitas SDM, dan memperluas jangkauan program Desa Cantik agar semakin banyak desa yang mampu mengelola data secara mandiri.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah maju bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Melalui penguatan literasi statistik sejak perguruan tinggi hingga tingkat desa, UNUJA dan BPS menargetkan terciptanya ekosistem sadar data yang lebih inklusif dan berdampak jangka panjang. (*)
0 Komentar