Aku Lansia Jakarta, Kini Bisa Berjalan Bebas Setiap Hari

Featured Image

Pengalaman Mendapatkan Kartu Jakcard Gratis untuk Lansia Jakarta

Jumat pagi minggu lalu, 28 November 2025, aku dan istri keluar rumah dengan penuh semangat. Kami berjalan dari satu kantor kelurahan di Jakarta Selatan. Wajah kami terlihat cerah, seolah-olah matahari pun ikut bersinar melihat kebahagiaan kami. Tiba-tiba saja, matahari menghilang di balik awan.

Alasan kami begitu bahagia adalah karena mendapatkan "Jakcard" atau kartu "Jakmob". Dengan kartu ini, kami berdua sebagai pasangan lansia Jakarta diberikan hak mobilitas bebas akses. Kami bisa menggunakan semua moda transportasi umum milik Pemprov Jakarta, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, hingga Jaklingko, setiap waktu tanpa perlu membayar alias gratis.

"Ayo kita berkeliaran sepanjang hari di Jakarta," ajakku pada istri. Dia menolak. "Kayak gak ada kerjaan aja." Iya, sih. Lagi pula, fasilitas gratis harus dihemat. Lansia harus tahu diri, gitu. Utamakan yang bayarlah yaitu para pekerja usia produktif.

Proses Mendapatkan Kartu Jakcard

Kok bisa sih kami mendapat kartu Jakmob? Nah, itu agak panjang dan sedikit berliku ceritanya. Sebenarnya sudah sejak lama, kalau gak salah sejak akhir tahun lalu, kami mendengar adanya kebijakan Pemprov Jakarta memberi fasilitas transportasi gratis untuk antara lain warga lansia Jakarta. Teman-teman sesama lansia bilang bisa diurus secara daring.

Aku coba uruslah secara daring. Gagal beberapa kali. Lansia menyerah. "Kamu kok bisa, sih?" tanyaku pada seorang teman. "Siapa bilang bisa!" Dia melotot kayak capung. Ya, sudahlah. Gak usah pakai melotot juga, kale. Jalur daring layanan publik di negeri ini memang suka macet. Apalagi kalau menyangkut layanan gratis atau subsidi.

Jadi, untuk beberapa waktu, aku singkirkanlah pikiran untuk mendapatkan kartu gratis transum itu. Lagi pula kami jarang juga mengunakan transum Jakarta.

Hingga kemudian, awal Juli 2025, aku dan istri berkunjung ke PRJ Kemayoran. Tak sengaja, kami lewat di depan stand Transjakarta.

"Ayo kita urus di sini kartu gratis Transjakarta," usulku pada istriku. Maka jadilah seperti itu. "Nanti ditunggu saja, Pak, Bu. Kalau kartunya sudah terbit akan dikabari lewat ponsel." Mbak penjaga stand memberitahu, setelah membantu kami mengisi formulir.

Oh iya, Mbak Penjaga itu juga memotret wajah kami yang sudah keriput. "Untuk dipasang di kartu," katanya. "Hmm, mudah-mudahan resolusi kamera ponselnya gak terlalu bagus," harapku waktu itu.

Satu bulan setelah mengurus Jakcard di PRJ, aku masih menunggu notifikasi WA di ponselku. "Kartu Anda sudah dapat diambil ...." Tapi pesan itu tak kunjung nongol. Ya, sudah, lupakan saja dulu.

Mungkin memang banyak kartu yang harus diproses. Lansia kan hanya salah satu dari 15 kategori subyek layanan transum cuma-cuma di Jakarta.

Akhirnya Mendapatkan Kartu Jakcard

Hingga akhir September 2025, atau tiga bulan sejak pengurusan di PRJ, sebuah pesan WA dari Transjakarta muncul di ponselku. Isinya, kartu Jakcard-Transmob sudah selesai dan boleh diambil di kantor kelurahan.

"Akhirnya jadi juga. Terimakasih, Transjakarta. Terimakasih, Pemprov Jakarta." Diberi fasilitas transum gratis, wajib terimakasih, dong.

Kartu sudah selesai pada September, kok baru diambil akhir November? Katanya gembira, berterimakasih, kok gak langsung ambil kartu. Ya, begitulah. Lansia perlu waktu lama meredakan buncah rasa gembira. Terlalu gembira bisa jadi kurang awas nanti. Akibatnya, perjalanan dari rumah ke kantor kelurahan bisa celaka, kan?

Long story short, kartu Jakcard-Transmob gratis transum, lengkap dengan foto dan nama diri, sudah di tangan istriku dan aku. Itu hadiah terindah untuk kami, lansia Jakarta. Lansia luar-Jakarta gak usahlah iri; minta dong sama gubernurmu.

Masih Belum Dipakai

Walau sudah di tangan, sampai hari ini aku dan istriku belum memakai kartu Jakcard-Jakmob itu. Lha, emang dasarnya kami lansia yang jarang bepergian dalam kota. Jadi, ya, jarang juga menggunskan fasilitas transum Jakarta.

Sebenarnya memang ada juga godaan untuk mencoba pemakaisnnya. Terpikir kami bisa jalan kaki 10 menit dari rumah ke Jalan Hj. Tutty Alawiyah (d/h Buncit Raya). Lalu dari situ kami bisa naik Transjakarta gratis ke Kebun Binatang Ragunan.

Nah, tiba di Ragunan, karena kami sudah lansia, maka boleh gratis masuk ke kebun binatang. Tinggal nunjukin KTP bukti lansia saja kepada petugas loket.

Tapi, kalau dipikir-pikir, gak baik juga sih sering-sering begitu. Nanti pendapatan KBR jadi menurun. Lantas dana untuk beli daging jatah harimau berkurang. Si harimau jadi kurus, kurang makan. Netizen ribut lagi. Pak Gubernur masuk kebun binatang lagi. Lalu lansia disalahkan karena gratisan. Najis banget!

Pin Prioritas Tempat Duduk

Oh, ya, hampir lupa. Mbak Penjaga stand Transjakarta di PRJ itu dulu membekali kami dengan pin prioritas tempat duduk di transum Jakarta. "Bisa ditempel di baju atau tas. Agar dapat tempat duduk saat padat," katanya.

Ya, mbak. Malulah pakai pin macam itu. Mana besar pula. Lansia ya lansia, tapi kami gak perlu previlese manis manja gitu juga kali. Di MRT kami masih kuat kok berdiri di depan kursi prioritas lansia, bumil, dan disable yang dijajah anak Gen Y dan Z.

Menjadi lansia di Jakarta, walau ada fasilitas gratis, harus tetap kuat dan tegar. Gak boleh lunak dan manja. Harus punya kesadaran bahwa Jakarta itu arena perjuangan orang muda untuk menggantikan peran para lansia, terutama lansia politisi dan pejabat yang betah banget di kursi kekuasaan. Sementara kursi kekuasaan para lansia itu belum bisa direbut, ya, rebut dululah kursi lansia di transum. Tabiat yang Jakarta banget, tuh, kan?

"Boleh gak aku pinjam kartu gratisnya, Pak." Anakku, seorang dari Gen Z, bertanya. "Gak boleh. Itu namanya anak memanfaatkan previlese bapaknya. Macam anak politisi atau pejabat menunggang previlese bapaknya untuk menjadi anggota DPR dan pejabat tinggi negara. Indonesia gak akan maju oleh anak-anak manja macam itu."

Anakku tertawa. Dia tahu dirinya harus berjuang dengan cara yang adil. Itulah yang sedang dilakoninya. Sampai suatu titik waktu kelak, tapi itu masih lama sekali, saat dia mendapat fasilitas kartu Jakcard lansia juga untuk berkeliaran gratis naik transum Jakarta.

0 Komentar