PAITON – Mengawali tahun baru 2026 sekaligus menyiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan Ngaji Al-Qur’an bersama pada Kamis (1/1/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula IPP Nurul Jadid dan diikuti sekitar 200 pengurus wilayah serta daerah pusat putra.
Ngaji bersama ini menjadi salah satu agenda awal tahun yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk penguatan spiritual bagi para pengurus pesantren. Sejak pagi hari, para peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah. Tiga surah pilihan yang dibaca dalam kegiatan ini adalah Surah As-Sajdah, Al-Waqi’ah, dan Al-Mulk.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, di antaranya Wakil Kepala Pesantren I KH Moh. Imdad Rabbani, Sekretaris Pesantren H. Tahiruddin, serta Kepala Biro Kepesantrenan KH Ahmad Madarik. Kehadiran jajaran pimpinan pesantren menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan ruhani pengurus.
Wakil Kepala Pesantren I PP Nurul Jadid, KH Moh. Imdad Rabbani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ngaji bersama ini merupakan ikhtiar pesantren untuk membangun kesiapan spiritual para pengurus sebelum memasuki bulan Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya soal rutinitas ibadah, tetapi juga momentum memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.
“Ini adalah bentuk persiapan ruhani. Kita ingin membangun kedekatan yang lebih kuat dengan Al-Qur’an sebelum tiba Syahrul Qur’an, bulan yang dimuliakan karena turunnya Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menambahkan, pengurus pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai dan tradisi pesantren. Karena itu, penguatan spiritual melalui kegiatan Qur’ani dinilai penting agar setiap amanah yang dijalankan dilandasi keikhlasan dan kesadaran ibadah.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pimpinan pesantren yang akrab disapa Gus Ama’. Ia menjelaskan bahwa selain sebagai persiapan Ramadhan, pembacaan Surah As-Sajdah dalam kegiatan ini memiliki makna khusus. Surah tersebut dipilih sebagai bentuk ikhtiar menjaga dan melestarikan amaliah pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, almarhum KH Zaini Mun’in.
“Pembacaan Surah As-Sajdah ini diniatkan untuk menjaga amaliah beliau. Ini bagian dari tradisi dan nilai yang terus kami rawat agar tidak terputus dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga tradisi Qur’ani bukan hanya soal membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap, perilaku, dan cara para pengurus menjalankan tugas sehari-hari. Dengan demikian, pesantren tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Kegiatan ngaji bersama ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para pengurus mengikuti rangkaian acara hingga selesai, menandai dimulainya tahun 2026 dengan semangat kebersamaan dan penguatan nilai keislaman. Suasana aula yang tenang dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menciptakan nuansa reflektif bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, pihak pesantren berharap seluruh pengurus memiliki kesiapan lahir dan batin dalam menjalankan amanah kepengurusan. Budaya Qur’ani yang terus dijaga diyakini akan berdampak positif pada dedikasi dan kualitas khidmat para pengurus, baik kepada santri maupun kepada umat secara luas.
Pondok Pesantren Nurul Jadid juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan pembinaan spiritual sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai keislaman di lingkungan pesantren. (*)
0 Komentar