SITUBONDO – Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan panen jagung dan cabai di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jumat (16/1/2026). Babinsa Koramil 0823/17 Banyuglugur, Sertu Nuraini, turun langsung ke ladang membantu petani memanen sekaligus memberi pendampingan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir barat Situbondo.
Sejak pagi, Nuraini terlihat membaur bersama petani memetik cabai merah yang sudah memasuki masa panen dan mengangkut jagung dari lahan kering milik warga. Aktivitas itu menjadi bagian dari program pendampingan ketahanan pangan yang rutin dilakukan Babinsa di desa binaan.
“Pendampingan ini bukan hanya soal membantu tenaga saat panen, tapi juga memberi semangat kepada petani agar terus mengelola lahannya dengan baik,” ujar Sertu Nuraini di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan panen sangat dipengaruhi oleh perawatan tanaman sejak awal masa tanam.
Menurutnya, tanaman jagung dan cabai membutuhkan perhatian khusus, mulai dari pemilihan bibit, pengolahan tanah, pemupukan, hingga pengendalian hama. Babinsa, kata dia, berperan mendorong petani agar disiplin dalam merawat tanaman agar hasil produksi meningkat.
Desa Lubawang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian lahan kering di Kecamatan Banyuglugur. Jagung menjadi komoditas utama warga selain cabai yang belakangan banyak ditanam karena memiliki nilai jual tinggi. Namun, fluktuasi harga dan serangan hama kerap menjadi tantangan bagi petani setempat.
Kepala Dusun setempat, Ahmad Fauzi, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai memberikan dampak positif bagi petani. “Kehadiran Babinsa membuat petani merasa tidak sendirian. Selain membantu saat panen, beliau juga sering memberi arahan dan motivasi,” katanya.
Salah satu petani cabai, Suyanto (47), mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut. Ia mengatakan, selain tenaga tambahan saat panen, petani juga mendapatkan dorongan moril untuk tetap bertahan di sektor pertanian. “Kalau ada Babinsa ikut turun ke ladang, kami jadi lebih semangat. Rasanya diperhatikan,” ujarnya.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Di wilayah Situbondo, Babinsa secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pertanian, mulai dari pendataan lahan, penanaman, hingga panen.
Danramil 0823/17 Banyuglugur melalui keterangan terpisah menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa di sektor pertanian bertujuan membantu masyarakat desa agar produktivitas lahan tetap terjaga. “Ketahanan pangan adalah isu strategis. Babinsa hadir untuk mendukung petani agar hasil pertanian meningkat dan stabil,” ujarnya.
Selain membantu panen, Babinsa juga berperan sebagai penghubung antara petani dengan pihak terkait, seperti penyuluh pertanian maupun pemerintah desa. Hal ini penting agar petani mendapatkan akses informasi mengenai teknik budidaya, pupuk, dan pola tanam yang sesuai dengan kondisi lahan.
Di Lubawang, sebagian besar petani mengandalkan lahan tadah hujan. Jagung biasanya ditanam pada musim penghujan, sementara cabai menjadi alternatif tanaman sela yang dapat memberikan tambahan penghasilan. Pendampingan Babinsa diharapkan mampu meningkatkan kualitas budidaya sehingga hasil panen lebih optimal.
Kegiatan panen bersama tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Interaksi langsung di lapangan dinilai efektif membangun komunikasi yang lebih dekat dan harmonis.
“Babinsa tidak hanya datang saat ada kegiatan formal, tapi benar-benar hadir di kehidupan sehari-hari warga, termasuk di ladang,” kata Fauzi. Menurutnya, pola pendekatan seperti ini membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan terbuka.
Program pendampingan ketahanan pangan oleh Babinsa di Banyuglugur akan terus dilakukan secara berkelanjutan. TNI berharap petani semakin termotivasi untuk mengembangkan komoditas pertanian lokal yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah. (*)
0 Komentar