| Ibu Sari (68), warga Desa Tlogosari berfoto di salah satu bagian rumahnya yang ambruk usai terguyur hujan deras dan angin kencang.(Foto: Penerangan Kodim Situbondo for Gubuk Inspirasi) |
Rumah yang terdampak diketahui milik Ibu Sari (68), seorang janda yang tinggal seorang diri di Dusun Tlogosari Selatan RT 003 RW 001, Desa Tlogosari. Dapur rumah semi permanen berukuran sekitar 7 x 5 meter roboh setelah diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, hujan deras mulai turun sejak siang hari dan berlangsung cukup lama. Sekitar dua jam setelah hujan mengguyur tanpa henti, Ibu Sari yang saat itu sedang beristirahat di ruang utama rumahnya tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari arah belakang.
Merasa curiga, ia segera keluar dan mendapati bagian dapur rumahnya telah runtuh. Dalam kondisi panik, Ibu Sari langsung meminta bantuan kepada saudaranya yang tinggal di samping rumah. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak terkait.
Menerima laporan tersebut, piket Koramil 0823/16 Sumbermalang segera berkoordinasi dengan Danramil Pelda Mustakim dan unsur lintas sektor lainnya untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Petugas gabungan pun bergerak cepat menuju rumah korban guna memastikan kondisi aman serta melakukan pendataan.
Setibanya di lokasi, aparat dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan sosial langsung melakukan pemeriksaan area yang terdampak. Mereka juga memasang pengamanan di sekitar dapur yang roboh untuk mencegah risiko lanjutan, mengingat masih terdapat material bangunan yang rawan runtuh.
Selain melakukan pendataan kerusakan, petugas bersama warga sekitar juga melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan. Kayu, genteng, dan material lain yang berserakan diangkut secara gotong royong agar tidak membahayakan penghuni rumah maupun warga sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan darurat juga diserahkan kepada Ibu Sari sebagai bentuk kepedulian terhadap korban terdampak bencana cuaca ekstrem. Bantuan diberikan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari pascakejadian.
Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan di lokasi antara lain Camat Sumbermalang beserta staf, anggota Koramil 0823/16 Sumbermalang, Polsek Sumbermalang, tim Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo, Tagana Dinas Sosial, KSB Argopuro Sumbermalang, perangkat Desa Tlogosari, serta masyarakat setempat.
Kerusakan paling parah terjadi pada bagian dapur rumah yang berbentuk semi permanen. Bangunan tersebut roboh hampir seluruhnya akibat struktur kayu penyangga yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban saat diguyur hujan deras secara terus-menerus.
BPBD Kabupaten Situbondo memperkirakan total kerugian materi akibat kejadian ini mencapai sekitar Rp5 juta. Meski tidak terlalu besar secara nominal, kerusakan tersebut cukup berdampak bagi korban yang tinggal sendiri dan bergantung pada bangunan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Petugas menyatakan bahwa peristiwa ambruknya dapur rumah warga di Desa Tlogosari murni dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi material bangunan yang sudah rapuh. Tidak ditemukan indikasi lain seperti longsor maupun faktor kelalaian manusia.
Camat Sumbermalang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah pegunungan seperti Desa Tlogosari yang rawan terdampak hujan deras.
“Masyarakat diharapkan rutin memeriksa kondisi bangunan, terutama bagian yang sudah tua atau berbahan kayu, karena rawan roboh saat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan kerusakan bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. (*)
0 Komentar