SITUBONDO – Hujan deras yang disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Situbondo, Senin (12/1/2026). Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menghalangi akses jalan utama warga di Dusun Semek, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan. Peristiwa ini sempat mengganggu aktivitas masyarakat karena badan jalan tertutup dahan dan ranting pohon berukuran cukup besar.
Menanggapi kondisi tersebut, Babinsa Koramil 0823/13 Mlandingan, Kopda Fery Irawan, bersama warga setempat bergerak cepat melakukan kerja bakti gotong royong untuk membersihkan material pohon yang tumbang. Tanpa menunggu waktu lama, Babinsa dan masyarakat bahu-membahu memotong dahan serta menyingkirkan ranting yang melintang di jalan demi memulihkan akses transportasi warga.
Kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai langkah cepat dan antisipatif agar jalan kembali dapat dilalui dengan aman, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, pohon tumbang tersebut berada di jalur yang cukup vital bagi mobilitas warga, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun akses menuju fasilitas umum.
Dengan peralatan seadanya seperti parang, gergaji manual, dan alat kebersihan lainnya, Babinsa dan warga bekerja secara kompak. Meski hujan masih turun dengan intensitas ringan, semangat kebersamaan tetap terjaga hingga seluruh dahan dan batang pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan.
Kopda Fery Irawan mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi dan kesulitan yang dihadapi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah warga bukan hanya dalam situasi formal, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan secara langsung.
“Gotong royong ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, kami berupaya hadir dan membantu semaksimal mungkin. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat bisa diselesaikan lebih cepat,” ujar Kopda Fery di sela kegiatan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, tanah longsor, maupun genangan air. Menurutnya, kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Sementara itu, warga Dusun Semek menyampaikan apresiasi atas kesigapan Babinsa yang turun langsung membantu proses pembersihan. Kehadiran aparat TNI dinilai memberikan rasa aman dan mempercepat penanganan di lapangan, terutama saat kondisi darurat akibat faktor alam.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa pohon tumbang tersebut sempat membuat aktivitas warga terhambat, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan pengangkut hasil kebun. Namun berkat kerja sama antara Babinsa dan masyarakat, akses jalan dapat kembali normal dalam waktu relatif singkat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Kalau dikerjakan sendiri mungkin butuh waktu lama. Dengan gotong royong seperti ini, pekerjaan jadi lebih ringan dan cepat selesai,” ungkapnya.
Kegiatan kerja bakti ini sekaligus mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan. Sinergi antara aparat TNI dan warga dinilai menjadi modal sosial penting dalam menjaga ketahanan wilayah, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat cuaca dan kondisi alam.
Diharapkan, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan. Selain menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, kolaborasi antara TNI dan masyarakat juga berperan dalam memperkuat hubungan emosional serta kepercayaan publik terhadap aparat negara di tingkat desa. (*)
0 Komentar