Keren! Warga Palopo Rayakan Natal dengan 17 Pohon Daur Ulang di Jalan

Featured Image

Warga Palopo Merayakan Natal dengan Kreasi Pohon Daur Ulang

Warga Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan menunjukkan kekompakannya dalam merayakan Natal. Mereka mempersiapkan berbagai dekorasi yang unik dan ramah lingkungan, salah satunya adalah 17 pohon Natal dari bahan daur ulang yang dipasang di sepanjang jalan.

Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dari Gereja Jemaat Marantha Pattene. Sejak awal pekan, warga mulai berkumpul di tepi jalan untuk membuat kreasi pernak-pernik Natal menggunakan bahan-bahan sederhana. Proses pembuatan pohon Natal berlangsung selama tiga hari dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk orang dewasa hingga pemuda gereja.

Setiap pohon Natal dibuat dengan kreativitas tinggi, namun tetap mempertahankan nilai estetika dan makna religius. Pohon-pohon tersebut terpasang di pinggir Jalan Y Tando dan jalan Poros Palopo-Toraja. Proses pembuatan dimulai dengan membuat kerangka pohon, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lampu dan hiasan seperti bel dan bola.

“Pembuatan pohon Natal ini dilakukan per kelompok. Setelah Natal dan Tahun Baru, pohon Natalnya dibongkar,” kata Koordinator Kelompok 16 Jemaat Maranatha Pattene, Yunus Mapandi. Ia menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan sekitar tiga juta rupiah per pohon, tetapi semua berasal dari sumbangan anggota jemaat secara swadaya.

Tahun ini menjadi yang pertama kalinya pohon Natal buatan warga dipasang di sepanjang jalan lingkungan. Biasanya, dekorasi Natal hanya ada di rumah masing-masing atau di gereja. Tujuan utamanya adalah agar suasana Natal dapat dirasakan oleh seluruh warga, bukan hanya di dalam gereja.

Seiring berjalannya waktu, kini Kelurahan Pattene dihiasi dengan kelap-kelip lampu terang cahaya Natal di malam hari. Hal ini menjadikan kawasan itu salah satu titik paling meriah dan hangat di Kota Palopo menjelang Natal 2025.

Kegiatan warga Palopo ini tidak hanya sekedar dekorasi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan iman yang ingin mereka hidupkan kembali. “Makna Natal bagi kami umat Kristiani adalah mengingat kembali kelahiran Tuhan Yesus. Kami bersyukur bisa merayakannya dengan cara yang membuat semua orang terlibat,” ujar Yunus.

Selain umat Kristiani, warga non-Kristen di sekitar lokasi juga memberikan tanggapan positif. Didin, salah seorang warga Muslim yang tinggal di Pattene, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. “Saya senang melihat kebersamaan warga di sini. Walaupun saya bukan bagian dari umat Kristiani, saya merasa ikut merasakan suasana damai dan saling menghargai. Pohon-pohon Natal ini juga membuat lingkungan jadi lebih indah,” ujarnya.

Keberadaan pohon Natal ini bukan hanya sekedar simbol perayaan. Hal ini juga menjadi pengingat bagi umat Kristiani akan kasih kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan mereka. Dengan adanya pohon-pohon ini, warga Palopo menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah lama menjadi identitas masyarakat setempat.

0 Komentar