
Rencana Penyelamatan Bencana di Sumatera
Kapal Negara (KN) SAR Ganesha milik Badan SAR Nasional (Basarnas) direncanakan tiba di Padang, Sumatera Barat pada hari Kamis pagi. Kapten KN SAR Ganesha, Pasundanu Kresna, menjelaskan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan rute melalui Selat Sunda menuju pesisir barat Sumatera.
“Perjalanan kita hari ini dari Tj Priok menuju Padang melalui Selat Sunda lalu menuju pesisir Barat Sumatera, naik ke Bengkulu sampai Padang dengan jarak tempuh sekitar 540-an nautical mile,” ujar Pasundanu saat ditemui di KN SAR Ganesha, Selasa pagi. Kapal melaju dengan kecepatan 12 knot dan kondisi cuaca terpantau kondusif dengan kecepatan angin sepuluh hingga lima belas knot serta ketinggian gelombang sekitar nol sampai setengah meter.
Estimasi kedatangan di Padang adalah pada hari Kamis tanggal 4 pagi, sesuai dengan perkiraan cuaca. Setibanya di Padang, KN SAR Ganesha akan bersandar selama beberapa jam untuk menurunkan personel SAR dan logistik. Setelah itu, kapal melanjutkan perjalanan menuju Sibolga.
“Dari Padang ke Sibolga, jaraknya sekitar seratus lima puluh-an nautical mile dan waktu tempuh sekitar dua hari satu malam,” tambah Pasundanu. KN SAR Ganesha berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa pukul 08.00 WIB. Keberangkatan tersebut dilepas oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, bersama Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dan jajarannya.
Edy mengatakan Basarnas mengerahkan delapan puluh personel yang terdiri atas personel Basarnas, potensi SAR, anak buah kapal, dan sejumlah wartawan menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pengiriman ini merupakan yang kedua. Yang pertama, mereka mengirimkan lewat jalur Tanjung Pinang untuk membantu rekan-rekan di Aceh.
“Pengiriman ini merupakan yang kedua. Yang pertama, kami mengirimkan lewat jalur Tanjung Pinang untuk membantu rekan-rekan kami di Aceh,” kata Edy di atas KN SAR Ganesha. Ia menambahkan, KN SAR Ganesha akan singgah di Padang dan Sibolga untuk menurunkan dan menugaskan personel Basarnas dan relawan SAR. Selain itu, kapal membawa bantuan logistik dari berbagai pihak untuk disalurkan ke dua wilayah tersebut.
“Kehadiran kami selain memberi bantuan logistik, kami juga memberikan bantuan kepada daerah-daerah atau melakukan pencarian dan pertolongan di daerah-daerah yang belum tersentuh karena area yang terdampak cukup luas,” ujarnya. Edy berharap keberadaan Basarnas dan relawan SAR dapat membawa harapan bagi para penyintas bencana.
“Nanti Kepala Kantor SAR di Padang dan Sibolga selaku SAR Mission Coordinator mengetahui titik-titik rawan atau belum tersentuh, ini yang jadi prioritas kami,” ujar Edy. Pantauan menunjukkan puluhan relawan dari berbagai unsur telah bergabung ke KN SAR Ganesha sejak Senin malam. Beberapa organisasi relawan yang ikut antara lain SAR MTA, Rumah Zakat, Orari Pemalang, Stickpala, SAR Daerah Jawa Tengah, dan Rempala.
Koordinator SAR MTA, Rozikum, mengatakan pihaknya mengirim enam personel untuk mendukung misi pencarian dan evakuasi korban banjir dan tanah longsor di Sumatera. “Untuk pembagian tugasnya, kami menunggu arahan dari Basarnas,” kata Rozikum. Ia menyebutkan timnya sudah siap menjalankan misi kemanusiaan bersama Basarnas. Sebelumnya, tim SAR MTA berencana berangkat melalui jalur udara, tetapi batal.
“Sekarang kami berangkat naik kapal. Alasan kami berangkat itu ya misi kemanusiaan ya. Menolong sesama manusia,” ujar Rozikum. Tim SAR MTA membawa sejumlah peralatan seperti perahu karet, dayung, pelampung, mesin penyedot air, dan bahan bakar.
Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan sekitar 33.620 orang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. Sebanyak 447 jiwa dilaporkan meninggal dunia per Senin sore. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena ratusan orang masih hilang. Sejak Jumat, Basarnas terus melakukan evakuasi terhadap korban yang terisolasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bersama-sama seluruh potensi yang ada di wilayah, saat ini sedang berjuang, sedang melaksanakan operasi, khususnya mengevakuasi terhadap korban-korban yang masih terisolasi, itu yang pertama,” ujar Syafii dikutip dari tayangan Kompas TV. Untuk mempercepat evakuasi, Basarnas menginstruksikan jajarannya di daerah yang tidak terdampak agar membantu proses pencarian dan pertolongan.
0 Komentar