Melia ke Batam Mencari Keadilan, Kisah Perjuangan Dwi Putri Sebelum Tewas

Melia ke Batam Mencari Keadilan, Kisah Perjuangan Dwi Putri Sebelum Tewas

Kehadiran Melia Sari di Batam, Mencari Keadilan untuk Adiknya yang Tewas

Melia Sari (30), kakak dari almarhum Dwi Putri, akhirnya tiba di Batam pada hari Sabtu (6/12/2025) siang. Kedatangannya bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan untuk menghadapi beban berat yang menimpa keluarganya. Ia datang dengan tekad bulat untuk mencari keadilan bagi adiknya yang tewas dalam keadaan yang sangat menyedihkan.

Kota Batam memang bukan asing bagi Melia. Ia pernah mengadu nasib di sana sebelum kembali ke kampung halaman. Kini, ia kembali dengan rasa sakit dan kekecewaan yang mendalam. Mengenakan baju merah dan jilbab coklat motif, wajahnya tampak lelah, mata sembab, suaranya terbata-bata, dan sesekali air mata membasahi pipinya. Namun, meskipun tubuhnya lelah, ia tetap tegar.

Ditemani kuasa hukum Putri Maya, Melia berjalan dengan penuh keyakinan. Meski ia mengaku lelah setelah perjalanan jauh dari kampung halaman, ia tidak pernah ragu untuk mengambil langkah ini. "Saya datang ke Batam untuk mencari keadilan bagi adik kami. Saya diperintahkan oleh ibu, Minau, bersama tim bantuan hukum. Ibu tidak bisa datang karena sudah tua. Ayah juga tidak mampu," ujarnya dengan suara yang hampir pecah.

Dwi Putri, Tulang Punggung Keluarga

Bagi Melia, Dwi Putri bukan hanya seorang adik, tapi adalah tulang punggung keluarga. Ia selalu berusaha keras untuk membantu ekonomi keluarga. "Adik kami orang baik. Dia adalah tulang punggung bagi keluarga. Dia bekerja untuk hidup, mengirim uang ke kampung. Tapi harus begini," katanya sambil menahan air mata.

Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat pas-pasan. Orang tua hanya bekerja sebagai buruh harian di tanah orang lain, sementara keluarga bahkan tidak memiliki tanah sendiri. Mereka bergantung pada hasil kerja anak-anaknya. Di tengah keterbatasan itu, Dwi Putri memilih merantau ke Batam, bukan untuk hidup mewah, tetapi untuk membantu keluarga.

"Setiap kiriman uang dari Dwi Putri menjadi harapan bagi keluarga. Ini bukan pertama kalinya dia bekerja di Batam. Dulu dia menyusul saya kerja di kota industri tersebut. Pertama dia bekerja di PT Satnusa, lalu berpindah-pindah perusahaan," kenang Melia.

Perjalanan Kerja Dwi Putri

Dwi Putri adalah pekerja keras. Ketika kontrak habis, ia sempat pulang ke kampung sebentar, lalu kembali lagi ke Batam untuk mencari pekerjaan. Ia bekerja di berbagai perusahaan, selalu berusaha mencari yang terbaik. "Setelah 6 bulan terakhir ini, dia berhenti dari perusahaan itu habis kontrak dan mencari pekerjaan lain," jelas Melia.

Komunikasi Terakhir dengan Ibunya

Melia mengungkapkan bahwa Dwi Putri sempat berkomunikasi dengan ibu mereka seminggu sebelum tragedi terjadi. Saat itu, Dwi Putri mengabarkan bahwa ia sedang mencari pekerjaan untuk mengumpulkan uang ongkos pulang kampung. "Komunikasi terakhir itu dengan ibu saya, satu minggu sebelumnya. Dia mengabarkan kalau dia mau cari pekerjaan untuk mencari uang ongkos pulang kampung," kata Melia dengan suara bergetar.

Dwi Putri bahkan bercerita kepada ibunya bahwa ia bekerja part-time dan freelance untuk mengumpulkan uang. Tidak ada keluhan, tidak ada tanda-tanda bahaya. Ia hanya seorang anak muda yang berusaha keras bekerja untuk bisa pulang kampung. "Tidak ada keluhan sih, cuma dia memang berusaha untuk mencari pekerjaan," tambah Melia.

Namun, pulang yang ia tunggu-tunggu justru dalam kondisi yang tak pernah terbayangkan sebagai jenazah yang tewas mengenaskan.

Dampak Kematian Dwi Putri pada Keluarga

Sejak mendengar kabar kematian Dwi Putri, keluarga di Lampung bagaikan kehilangan arah. Ibu, Mina, yang sudah tua dan tak bisa lagi jauh-jauh, hanya bisa menangis sepanjang hari. "Sejak kejadian itu, ibu kami hanya bisa menangis. Begitu juga adik kami paling bungsu, Deska. Ayah kami jadi sakit," ungkap Melia dengan mata berkaca-kaca.

Kehilangan tulang punggung keluarga bukan hanya berarti kehilangan anak atau saudara, tetapi juga kehilangan harapan ekonomi keluarga. Kini, keluarga menghadapi kenyataan pahit tanpa kehadiran Dwi Putri.

Permintaan Keadilan dari Melia Sari

Dengan suara yang tegas meski air mata terus mengalir, Melia menyampaikan tuntutannya untuk para pelaku yang telah memperlakukan adiknya secara sadis. "Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, tindakan pelaku ini yang sudah begitu sadis memperlakukan adik saya," kata Melia.

Melia mengaku datang ke Batam untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan untuk sang adik dan keluarga. Ia tidak ingin kematian adiknya menjadi sia-sia. Ia ingin dunia tahu bahwa Dwi Putri adalah korban kejahatan.

0 Komentar