
Daerah dengan Biaya Hidup Terjangkau di Banten
Provinsi Banten, yang berdekatan dengan DKI Jakarta, dikenal sebagai kawasan berkembang pesat. Namun, di balik pesatnya pembangunan, ada beberapa daerah di Banten yang menawarkan biaya hidup yang sangat terjangkau. Tidak hanya cocok untuk tinggal dan bekerja, daerah-daerah ini juga menjadi incaran banyak orang yang ingin hidup hemat hingga menikmati masa pensiun dalam suasana tenang.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Banten pada 2024 mencapai Rp1.772.162 per bulan. Angka ini terdiri dari pengeluaran makanan sebesar Rp873.268 dan non-makanan sebesar Rp898.894. Dengan biaya hidup yang cukup tinggi, masyarakat tentu berharap pendapatan mereka dapat mengimbangi kebutuhan tersebut.
Pemerintah Provinsi Banten telah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen menjadi Rp2.905.119,90. Meski begitu, tidak semua kabupaten/kota memiliki biaya hidup yang tinggi. Beberapa wilayah justru lebih murah dan dinilai ideal untuk tinggal, berkeluarga, hingga pensiun.
Pandeglang: Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah
Salah satu daerah yang menonjol adalah Kabupaten Pandeglang, yang dikenal dengan julukan “Kota Badak”. Wilayah ini memiliki luas 2.746,89 km² dan dihuni lebih dari 1,4 juta penduduk. Meski cukup luas, biaya hidup masyarakatnya justru menjadi yang paling rendah di seluruh Provinsi Banten.
Berikut rincian pengeluaran per kapita di Pandeglang: - Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan: Rp977.409 - Makanan: Rp594.962 - Non-makanan: Rp382.447 - UMK 2025: Rp3.206.639
Angka ini menjadikan Pandeglang sebagai daerah termurah di Banten, cocok bagi mereka yang ingin hidup sederhana namun nyaman. Banyak orang menyebut Pandeglang sebagai tempat impian untuk menikmati masa pensiun karena lingkungannya yang asri dan kebutuhan hidup yang tidak membebani dompet.
Upaya Pemerintah Menekan Pengangguran
Di bawah kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah penting adalah program GASPOL (Gerakan Akselerasi Skill untuk Lapangan Kerja), yang bertujuan menekan angka pengangguran terbuka (TPT) yang per Agustus 2025 berada di angka 8,80 persen.
Program ini membantu masyarakat mengembangkan keterampilan kerja dan membuka peluang wirausaha agar roda perekonomian semakin dinamis. Bupati Dewi menyampaikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah akan menciptakan perubahan nyata dan positif untuk kemajuan Kabupaten Pandeglang.
4 Daerah dengan Biaya Hidup Termurah di Banten 2025
Berikut rangkuman daerah dengan pengeluaran per kapita terendah di Banten, disesuaikan dengan besaran upah minimum kabupaten/kota tahun 2025:
- Kota Serang
- Pengeluaran per kapita: Rp1.531.188/bulan
- Makanan: Rp808.436
- Non-makanan: Rp722.752
- UMK 2025: Rp4.418.261
-
Meskipun berstatus ibu kota provinsi, biaya hidupnya masih relatif terkendali dibanding kota besar lainnya.
-
Kabupaten Serang
- Pengeluaran per kapita: Rp1.288.059/bulan
- UMK 2025: Rp4.857.352
-
Sebagai pusat industri, Kabupaten Serang tetap menawarkan biaya hidup yang lebih rendah dibanding daerah urban lainnya.
-
Kabupaten Lebak
- Pengeluaran per kapita: Rp1.157.659/bulan
- UMK 2025: Rp3.172.384
-
Wilayah dengan banyak potensi wisata alam ini memiliki biaya hidup yang ramah bagi semua kalangan.
-
Kabupaten Pandeglang (Termurah)
- Pengeluaran per kapita: Rp977.409/bulan
- UMK 2025: Rp3.206.639
- Pandeglang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan biaya hidup termurah di Banten, menjadikannya lokasi paling ideal untuk hidup hemat.
Biaya hidup yang tinggi tidak berlaku merata di seluruh wilayah Banten. Ada beberapa daerah yang justru menawarkan kehidupan yang lebih terjangkau, mulai dari Kota Serang hingga Pandeglang yang memegang predikat termurah. Dengan biaya hidup rendah, lingkungan nyaman, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan, daerah-daerah ini dapat menjadi pilihan menarik untuk tinggal, bekerja, hingga pensiun.
0 Komentar