Pesantren Nurul Jadid Gandeng Alumni Bangun Kedaulatan Pangan Lewat Green House dan Peternakan Modern


PAITON GUBUKINSPIRASI.id
- Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi keumatan pada tahun 2026. Melalui rapat koordinasi yang digelar Selasa (6/1/2026), pesantren resmi meluncurkan inisiatif kemitraan ekonomi berbasis ketahanan pangan dengan melibatkan Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) serta jaringan alumni di berbagai daerah.

Program tersebut menjadi tindak lanjut konkret dari Arah Kebijakan Umum Pengasuh Pesantren Nurul Jadid yang menempatkan penguatan ekonomi sebagai pilar utama keberlanjutan pesantren. Fokus utama program diarahkan pada transformasi sektor agribisnis dan peternakan dari pola tradisional menuju sistem manajemen modern yang lebih produktif, mandiri, dan berorientasi pasar.

Ketua P4NJ Pusat, KH. Junaidi Mu’thi, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan ikhtiar strategis untuk menjaga keberlangsungan pesantren sebagaimana cita-cita pendiri Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im. Ia menyoroti lemahnya posisi tawar umat akibat dominasi pihak luar dalam penguasaan pasar pangan.

“Kita punya lahan dan tenaga, tapi pasar seringkali dikuasai pihak luar. Jika pabrik mereka tutup atau mereka menawar murah, kita tidak berdaya,” ujar KH. Junaidi. Menurutnya, penguatan spiritual seperti infaq dan shodaqoh harus berjalan seiring dengan kerja nyata di sektor ekonomi agar umat memiliki kemandirian yang berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Biro Pengembangan PPNJ, Agus Fanani, memaparkan sejumlah program konkret yang akan menjadi agenda utama dalam Halaqah Alumni mendatang. Salah satu program unggulan adalah pengembangan green house untuk budidaya melon dan cabai premium dengan sistem modern. Pesantren akan memberikan pelatihan intensif terkait pengairan otomatis dan pengelolaan nutrisi agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas pasar.

Selain itu, pesantren juga menyiapkan program peternakan ayam petelur (layer) skala rumah tangga yang akan dijalankan oleh 10 hingga 15 alumni sebagai proyek percontohan. Program ini dirancang dengan dukungan sistem koperasi untuk menjaga kestabilan harga pakan sekaligus menjamin penyerapan hasil produksi.

Tak hanya berhenti pada produksi, Pesantren Nurul Jadid juga menyiapkan strategi pemasaran. Salah satunya melalui pembangunan satu unit kios percontohan serta pengembangan platform pemasaran digital berbasis media sosial dan katalog online. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sehingga keuntungan dapat dirasakan lebih optimal oleh para produsen dari kalangan alumni.

Sekretaris Pesantren Nurul Jadid, Thohiruddin, menjelaskan bahwa pengelolaan jejaring eksternal sepenuhnya dikoordinasikan oleh Biro Pengembangan. Sinergi antara pesantren, pengurus daerah, dan alumni diyakini dapat menciptakan sumber pendapatan yang menopang biaya operasional pesantren secara mandiri.

“Kami ingin alumni menjadi pionir di daerah masing-masing. Di setiap daerah diharapkan mampu meningkatkan ekonomi, baik untuk kemaslahatan pesantren maupun penguatan P4NJ daerah,” jelas Thohiruddin. (*)

0 Komentar