SPPG Situbondo Wilayah Barat Salurkan Makanan untuk Korban Banjir, Wujud Kepedulian di Tengah Bencana


SITUBONDO,
GUBUKINSPIRASI.id - Kepedulian terhadap warga terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh SPPG Situbondo Wilayah Barat. Organisasi ini menyalurkan bantuan makanan kepada warga desa pesisir yang terdampak banjir bandang, Kamis (22/1/2026), usai hujan deras memicu banjir di Kecamatan Besuki dan sejumlah wilayah barat Kabupaten Situbondo pada Rabu (21/1/2026) malam.

Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut merendam permukiman warga, merusak perabotan rumah tangga, serta memaksa sebagian keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam kondisi darurat seperti ini, kebutuhan pangan menjadi hal paling mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang kehilangan akses terhadap dapur mereka.
Mengupload: 5947392 dari 13378573 byte diupload.


Mengutip data dari BPBD Kabupaten Situbondo, tercatat sekitar 6.847 rumah terdampak bencana banjir. Bencana tersebut juga dilaporkan terjadi di 5 kecamatan di wilayah barat Situbondo. Kecamatan Besuki menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 5.365 rumah terdampak bencana alam itu.

Menanggapi situasi tersebut, SPPG Situbondo Wilayah Barat bergerak cepat dengan mengalihkan makanan yang sebelumnya disiapkan untuk siswa, agar dapat segera dibagikan kepada para korban banjir. Langkah ini dilakukan setelah koordinasi dengan pihak sekolah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, sehingga penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.

Perwakilan SPPG Situbondo Wilayah Barat, Fery, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada warga yang tengah mengalami musibah. Menurutnya, kondisi darurat menuntut semua pihak untuk bergerak bersama membantu sesama.


“Inilah saatnya kita berbagi kasih dan kepedulian. Mewakili SPPG Situbondo Wilayah Barat, setelah koordinasi dengan PIC sekolah dan BPBD Kabupaten Situbondo, kami melakukan peralihan makanan yang disiapkan untuk siswa ke korban terdampak banjir di desa pesisir. Semoga makanan ini dapat membantu meringankan beban mereka dan menjadi sumber kekuatan di tengah kesulitan,” ujar Ferry.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terlibat, meskipun sebagian di antaranya juga terdampak bencana. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Situbondo dalam menghadapi musibah.

“Terima kasih kepada semua yang telah terlibat, terutama para relawan yang juga terdampak namun masih menyempatkan waktu dan tenaganya. Bantuan ini diharapkan membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar dan memulai proses pemulihan,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga datang dari warga penerima bantuan. Salah satu korban banjir, Ida (43), menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan oleh SPPG dan tim dapur.

“Kami, keluarga korban bencana banjir di desa pesisir, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MBG dan tim dapur MBG atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan. Bantuan makanan dan dukungan dari kalian sangat berarti bagi kami di tengah kesulitan ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Graha Askara Bhakti Persada, H. Hambali, menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya di saat masyarakat sedang mengalami masa sulit.

“Bencana ini terbilang cukup mendadak dan dampaknya cukup luas. Kami menyadari betapa beratnya beban yang harus ditanggung para korban, terlebih terdapat korban jiwa. Oleh karena itu, sebagai inisiatif sekaligus upaya meringankan beban saudara kita, program ini kami laksanakan setelah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dan pihak terkait,” kata Hambali.

Melalui aksi kemanusiaan ini, SPPG Situbondo Wilayah Barat berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. (*)

0 Komentar