
Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten Tidak Dihadiri Presiden
Puncak acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten digelar hari ini, Senin (9/2/2026), di Kota Serang. Acara yang diselenggarakan di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), sejatinya direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Namun, kehadiran presiden tersebut batal terlaksana karena adanya acara mendadak.
Ketua Panitia HPN 2026 sekaligus Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sikidang, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak bisa hadir dalam puncak acara. Hal ini dilakukan karena ada kegiatan yang tidak terduga di Jakarta. Sebagai pengganti, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, atau dikenal dengan panggilan Cak Imin, akan menggantikan posisi Presiden dalam acara tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Banten Haji Umar Bin Barmawi memastikan bahwa Cak Imin akan hadir dalam acara puncak HPN 2026. Ia mengatakan bahwa informasi ini diperoleh dari Gubernur Banten, Andra Soni. "Semalam saya dapat kabar dari Gubernur Banten Pak Andra Soni, bahwa Presiden Prabowo batal hadir, katanya ada acara mendadak di Jakarta, lalu diganti Menko Cak Imin, makanya saya hadir di sini," ujar H. Umar saat diwawancarai di lokasi acara.
Pantauan menunjukkan bahwa ribuan tamu undangan mulai memadati lokasi acara pada pukul 07.30 WIB. Tamu-tamu tersebut mencakup para pejabat jajaran Dewan Pers, PWI pusat dan daerah, serta insan pers dari berbagai wilayah di Indonesia. Di sekitar lokasi tenda acara juga tampak puluhan pedagang souvenir yang menjajakan barang dagangannya.
Beberapa pejabat daerah dan pusat tampak mengenakan pakaian seragam batik berwarna biru khas Banten. Tampak pula Gubernur Banten bersama jajaran pejabat Pemprov Banten sedang bersiap menyambut tamu VIP dan VVIP yang datang.
Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten memiliki tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat". Tema ini mencerminkan semangat untuk meningkatkan kualitas pers sebagai bagian dari pembangunan bangsa yang lebih kuat.
Sejarah Hari Pers Nasional (HPN)
Hari Pers Nasional (HPN) adalah perayaan tahunan yang diperingati setiap tanggal 9 Februari di Indonesia. Perayaan ini bertujuan untuk menghormati peran insan pers dalam demokrasi serta merayakan lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Provinsi Banten terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan HPN 2026. Rangkaian acara berpusat di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
PWI pertama kali didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta. Kelahiran PWI menjadi tonggak sejarah perjuangan wartawan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Seiring perkembangan organisasi, PWI mulai membentuk cabang-cabang di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat.
Penetapan HUT PWI didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 tersebut menyebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.
Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia. Penyelenggaraannya dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan.
Landasan ideal HPN ialah sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita yang membentuk huruf HPN.
Sebelum adanya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Kota Padang, Sumatra Barat, pada 1978. Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.
0 Komentar