Benarkah Bulukumba Paling Rendah Kemiskinannya di Sulsel? Fakta: Makassar-Sidrap Lebih Rendah

Benarkah Bulukumba Paling Rendah Kemiskinannya di Sulsel? Fakta: Makassar-Sidrap Lebih Rendah

Angka Kemiskinan Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2025

Penduduk miskin di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Maret 2025 tercatat sebesar 6,06 persen atau setara dengan 25,88 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi angka terendah dalam 10 tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengklaim bahwa angka kemiskinan di wilayah ini adalah yang terendah di provinsi Sulsel.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2025, angka kemiskinan di Bulukumba berada di bawah rata-rata nasional Provinsi Sulsel yang mencapai 7,60 persen. Namun, meskipun angka ini tergolong rendah, Bulukumba masih berada di bawah beberapa kota lain seperti Makassar, Parepare, Sidrap, Luwu Timur, dan Wajo.

Perkembangan Angka Kemiskinan dalam 10 Tahun Terakhir

Berikut data angka kemiskinan di Kabupaten Bulukumba selama 10 tahun terakhir:

  • Tahun 2016: 8,06%
  • Tahun 2017: 7,97%
  • Tahun 2018: 7,48%
  • Tahun 2019: 7,26%
  • Tahun 2020: 7,10%
  • Tahun 2021: 7,43%
  • Tahun 2022: 7,39%
  • Tahun 2023: 7,22%
  • Tahun 2024: 6,71%
  • Tahun 2025: 6,06%

Dari data tersebut, terlihat adanya fluktuasi angka kemiskinan, namun secara keseluruhan terjadi penurunan yang konsisten. Kepala Bidang Humas Diskominfo Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menjelaskan bahwa penurunan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang fokus pada sektor pertanian, perikanan, serta dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Indikator Kualitas Kemiskinan

Selain angka kemiskinan, indikator kualitas kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Pada Maret 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun menjadi 0,70, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun menjadi 0,12. Penurunan kedua indeks ini menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk miskin semakin mengecil dan kondisi kemiskinan tidak semakin parah.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan antara lain:

  • Penguatan sektor pertanian dan perikanan
  • Dukungan UMKM
  • Peningkatan layanan dasar
  • Program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran

Perbandingan dengan Daerah Lain di Sulsel

Berdasarkan data BPS per September 2025, Bulukumba menempati posisi keenam daerah dengan angka kemiskinan terendah di Sulsel. Angka ini jauh di bawah kota-kota besar seperti Makassar, Parepare, Sidrap, Luwu Timur, dan Wajo.

Daftar lengkap presentase warga miskin per kabupaten/kota di Sulsel (data September 2025):

  • Makassar: 4,43%
  • Parepare: 4,44%
  • Sidrap: 4,91%
  • Luwu Timur: 5,79%
  • Wajo: 5,86%
  • Bulukumba: 6,06%
  • Gowa: 6,64%
  • Soppeng: 6,65%
  • Palopo: 7,18%
  • Takalar: 7,27%
  • Sinjai: 7,41%
  • Bantaeng: 7,68%
  • Barru: 8,00%
  • Pinrang: 8,38%
  • Maros: 8,90%
  • Bone: 9,13%
  • Toraja Utara: 10,05%
  • Tana Toraja: 10,54%
  • Pangkep: 11,60%
  • Kepulauan Selayar: 10,61%
  • Enrekang: 10,73%
  • Luwu Utara: 10,74%
  • Luwu: 10,97%
  • Jeneponto: 11,42%

Secara keseluruhan, presentase kemiskinan di Sulsel mencapai 7,60 persen atau setara dengan 698,13 ribu jiwa.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba

Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk terus menjaga tren positif ini melalui kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan angka kemiskinan dapat terus ditekan secara berkelanjutan.


0 Komentar