Bulog ekspor 2.280 ton beras premium untuk jemaah haji RI di Arab

Perum Bulog Akan Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan melakukan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Ekspor ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Kebijakan ini dibahas dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

“Untuk tahun ini kita mulai (ekspor). Kita akan bekerja keras berusaha agar jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua mendukung penuh memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” ujar Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Zulhas menegaskan bahwa beras yang akan diekspor merupakan beras premium dengan kualitas pecahan yang sangat rendah. Beras tersebut memiliki tingkat pecahan tidak lebih dari 5 persen, yang lebih baik dibandingkan beras premium dalam negeri yang biasanya memiliki tingkat pecahan 15 persen.

“Berasnya beras Indonesia karena jemaah lebih suka beras kita kan pulen. Pecahannya nggak sampai 5 persen yang buat haji, ini premium number one,” tambahnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang akan diekspor adalah beras segar dari Gabah Kering Panen (GKP) baru yang langsung dikirim ke Arab Saudi. Beras ini akan digunakan untuk menyuplai konsumsi seluruh jemaah haji asal Indonesia.

“Pecahannya hanya 5 persen, kalau premium Indonesia kan pecahannya 15 persen kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen, yang pulen,” jelas Rizal dalam kesempatan yang sama.

Usulan Pembangunan Gudang Beras di Arab Saudi

Rizal menuturkan bahwa saat ini beras dari Bulog akan diserap oleh pengelola atau dapur yang memasak hidangan untuk jemaah haji di Arab Saudi. Ia mengusulkan agar Bulog dibuatkan gudang untuk menyuplai beras secara berkelanjutan.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan, untuk bisa bangun gudang Bulog di sana. Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” terangnya.

Dia juga berharap bahwa sepanjang Indonesia swasembada pangan, ekspor beras ke Arab Saudi untuk keperluan jemaah haji akan terus berlanjut. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi menggunakan beras asal Thailand dan Vietnam.

“Karena ini bukan masalah harga tapi masalahnya adalah harga diri bangsa Indonesia. Harga diri bangsa Indonesia. Sementara B2B dulu. Sesuai dengan arahan Pak Menko tadi, ke depan 2027 akan dimasukkanlah pos pembiayaan haji itu dalam pembiayaan operasional haji berasnya ini,” jelasnya.

Penggunaan Pabrik Wilmar yang Disita Bareskrim

Rizal mengatakan bahwa Bulog akan menggunakan pabrik milik PT Wilmar Padi Indonesia untuk memproduksi beras yang akan diekspor untuk keperluan jemaah haji di Arab Saudi. Pabrik yang akan dipinjam Bulog tersebut adalah milik PT Wilmar sebelumnya telah disegel oleh pihak Kepolisian.

Menurut Rizal, pemilihan pabrik atau penggilingan milik PT Wilmar dikarenakan pabrik tersebut memiliki alat yang canggih. Dia juga memastikan Bulog telah mendapatkan restu dari Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono untuk penggunaan pabrik yang berstatus barang bukti tersebut.

“Karena Wilmar alatnya canggih, dengan computerize dan hasilnya bagus sekali. Sudah diizinkan untuk pinjam pakai izinnya dari Kabareskrim kemarin. Kami sudah dapet surat izinnya untuk pinjam pakai,” ujar Rizal.

Pengiriman beras akan mulai dilakukan pada pekan ketiga Februari. Dia juga memastikan ekspor ini tidak akan berdampak pada stok atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini yang sebanyak 3,2 juta ton.

“Apalagi tambah nanti serapan Yang tahun 2026 ini 4 juta. Kalau pengin saya sih minimal 500.000 ton, karena tahun 2026 kami ditarget harus ekspor 1 juta ton. Jadi harapan kami Makin besar makin bagus,” jelasnya.

0 Komentar