Bupati Klaten Chat Benny Indra Sebelum Meninggal, Hamenang Ungkap Tanda-Tanda

Kehilangan yang Mendalam

Kesedihan mendalam dirasakan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dengan kepergian Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto untuk selama-lamanya. Wakil Bupati tersebut menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Karyadi, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.

Air mata kepedihan langsung menetes saat Hamenang berada di rumah duka. Jenazah Benny disemayamkan di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (8/2/2026), pukul 11.00 WIB.

Hamenang lantas teringat pesan terakhirnya dengan Benny sebelum meninggal dunia. Ternyata, Hamenang baru saja mengirim pesan melalui WhatsApp (WA) ketika Benny masih di rumah sakit. Keesokan paginya, pesan Hamenang dibalas oleh istri Benny, Mahanni Yulindha Pratiwi. Lindha membeberkan kondisi kesehatan Benny saat itu sudah menurun.

"Yang balas WA istrinya. Katanya, Mas maaf, Mas Benny belum bisa pegang HP," kata Hamenang. Hanya berselang beberapa jam setelah balasan tersebut, Hamenang mendapatkan kabar bahwa Benny meninggal dunia.

Mengetahui kabar tersebut, Hamenang sempat tak percaya dan mencari kepastian. "Tadi jam 10 pagi saya dikabari mas Wabup Klaten meninggal, saya sempet tidak percaya, namun ternyata kabar itu benar," kata dia.

Tetesan Air Mata di Rumah Duka

Tetesan air mata Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tak terbendung saat tiba di rumah duka Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto di Dusun Tegalrejo, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Sabtu (7/2/2026). Ia datang dengan raut tak percaya, kehilangan sosok rekan kerja yang selama ini mendampinginya memimpin pemerintahan.

Hamenang tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Begitu memasuki area rumah, tangisnya tak terbendung. Ia terlihat beberapa kali menyeka air mata sebelum akhirnya ditenangkan orang di sekelilingnya. Suasana duka semakin terasa saat bupati petahana itu mengikuti salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Setelah itu, Hamenang tetap berada di rumah duka, menyambut para pelayat yang datang silih berganti. Hingga pukul 17.30 WIB, ia masih tampak berada di lokasi. Sesekali ia duduk bersama pelayat lain di halaman rumah, menatap lurus ke depan ke arah tenda yang berdiri di depan rumah duka. Wajahnya terlihat termenung, larut dalam kesedihan, sebelum kembali tersadar dan berbincang dengan beberapa pelayat di sekitarnya.

Ia pun menyampaikan duka mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten dan mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik. "Seluruh jajaran Pemkab Klaten turut berbelasungkawa, wakil Bupati tercinta, mas Benny Indra Ardhianto semoga beliau husnul khotimah dan diberikan ditempat yang terbaik, kami aturkan mohon maaf apabila almarhum ada melakukan kesalahan," ucap dia.

Tanda-tanda yang Tak Terduga

Kepedihan dirasakan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo atas kepergian sang wakil Benny Indra Ardhianto untuk selama-lamanya. Hamenang lantas teringat momen Benny sempat mengalami tanda-tanda gangguan kesehatan sejak beberapa bulan lalu. Tepatnya setelah Benny mengikuti sebuah event lari di Klaten, Jawa Tengah yaitu Kodim Run pada Oktober 2025.

Sebenarnya Benny secara fisik tidak merasakan keluhan setelah mengikuti event tersebut. "Mas Wakil kalau untuk sakit mungkin sudah beberapa bulan yang lalu, ada tanda-tanda pada saat Kodim Run," ujar Hamenang di rumah duka di Dukuh Tegalrejo, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Sabtu (7/2/2026).

Bahkan kondisi fisik Benny tampak baik-baik saja, namun situasi berubah ketika ia melihat jam tangan olahraga. Jam tangan yang dipakai Benny memperlihatkan tanda-tanda tidak wajar pada detak jantungnya. "Kalau tidak salah, waktu itu beliau mungkin secara fisik tidak merasa sakit," paparnya. "Tapi setelah melihat jam tangan karena jam tangannya kan jam tangan olahraga, detak jantungnya itu di atas rata-rata," imbuhnya.

Setelah mengetahui adanya kejanggalan, Benny kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan. Ia sempat dirawat di RSUP Soeradji Tirtonegoro, Tegalyoso, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. "Kemudian juga dipindah ke Karyadi (Semarang) sempat balik, kemudian di Karyadi lagi ini beberapa minggu ini. Terus kemudian kok pulang," kata Bupati Hamenang.

0 Komentar