Mahasiswa HKI STAI Cendekia Lakukan Studi Ekskursi ke Pengadilan Agama Situbondo, Perkuat Pemahaman Praktik Peradilan


SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id
- Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani (STAICI) Situbondo menggelar kegiatan Studi Ekskursi ke Pengadilan Agama (PA) Situbondo, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik peradilan, khususnya dalam bidang hukum keluarga Islam.

Ketua STAI Cendekia Insani, Halimatus Sa’diyah, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan Studi Ekskursi merupakan bagian dari strategi pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan STAICI. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi perlu diperkuat dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kegiatan Studi Ekskursi ini adalah bagian dari upaya pengembangan pendidikan tinggi di STAICI. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses hukum berjalan di lembaga peradilan,” ujar Halimatus Sa’diyah.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi HKI, khususnya semester lima, sebagai bekal sebelum mereka melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Dengan melihat langsung proses persidangan, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran nyata tentang tugas dan peran praktisi hukum.

“Kami Prodi HKI melaksanakan Studi Ekskursi bersama mahasiswa ke Pengadilan Agama Situbondo pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026. Kegiatan ini kami laksanakan agar mahasiswa lebih siap ketika terjun langsung ke dunia praktik hukum,” jelasnya.

Menurut Halimatus, setidaknya ada tiga tujuan utama dari pelaksanaan Studi Ekskursi ini. Pertama, menambah wawasan mahasiswa terkait berbagai tahapan dalam proses persidangan, mulai dari pendaftaran perkara hingga putusan hakim. Kedua, memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa sebelum melaksanakan PPL. Ketiga, mengisi waktu akademik secara produktif menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana etika persidangan, peran hakim, panitera, hingga para pihak yang berperkara. Ini sangat penting untuk membangun sensitivitas dan profesionalisme mereka sebagai calon praktisi hukum,” terangnya.

Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai struktur organisasi Pengadilan Agama, alur pelayanan perkara, serta berkesempatan mengamati jalannya sidang secara langsung. Interaksi dengan aparatur peradilan juga menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk bertanya seputar praktik hukum keluarga Islam.


Halimatus menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen STAICI dalam meningkatkan kualitas lulusan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang hukum dan peradilan.

“Kami berharap kegiatan ini sukses dan membawa manfaat besar untuk kampus tercinta STAI Cendekia Insani. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara mental dan profesional,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh dosen dan sivitas akademika untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini. Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menjembatani antara teori dan realitas sosial.

“Mohon doa dan dukungannya dari seluruh civitas akademika, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan di STAICI,” tutup Halimatus. (*)

0 Komentar