
gubukinspirasi.id,
JAKARTA — Meninggalnya seorang tokoh penting di dunia kemiliteran dan politik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, menjadi berita yang menyedot perhatian publik. Ia wafat pada hari Minggu (9/2/2026) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Kabar duka ini diungkapkan melalui akun Instagram resmi @Lemhannas_ri, yang menyatakan bahwa keluarga besar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI turut berduka atas kepergian Agus Widjojo, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Lemhannas RI dari tahun 2016 hingga 2022.
"Segenap keluarga besar Lemhannas RI berdukacita atas wafatnya Letjen TNI [Purn] Agus Widjojo," tulis akun tersebut pada Senin (9/2/2026).
Meskipun penyakit yang menghinggap Agus tidak disebutkan secara detail, ia dikenal sebagai tokoh intelektual militer yang terus berkontribusi dalam pembangunan negara. Sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, ia juga dikenang sebagai sosok yang memiliki kontribusi signifikan dalam diplomasi.
Profil Singkat Agus Widjojo
Agus Widjojo lahir pada tanggal 8 Juni 1947. Ia adalah putra dari almarhum Mayor Jendral Sutoyo, salah satu dari enam jenderal yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965. Seperti ayahnya, Agus sukses membangun karier militer yang luar biasa.
Dikenal sebagai "tentara pemikir", Agus sering kali mengemukakan gagasan-gagasan baru dalam perkembangan militer Indonesia. Ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tahun 1970. Sebelum menjadi Kepala Staf Teritorial, ia pernah menjabat Komando Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.
Jabatan militer terakhirnya sebelum purna tugas pada tahun 2003 adalah sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mewakili Fraksi Militer dan Kepolisian Nasional.
Kontribusi dalam Reformasi TNI
Selama kiprahnya di dunia militer, Agus memiliki peran penting dalam reformasi TNI. Pada tahun 1998, ia berpendapat bahwa militer seharusnya keluar dari lingkaran politik. Pada 2010, ia juga mengusulkan agar Kodim dan Koramil dihapus karena dinilai tidak memiliki fungsi pertahanan di daerah.
Menurut Agus, komando teritorial terendah yang dapat melakukan fungsi pertahanan hanyalah Komando Resort Militer. Oleh karena itu, tanggung jawab teritorial lebih baik diserahkan kepada pemerintah daerah.
Reformasi TNI yang ia usung bertujuan agar TNI fokus pada peran pertahanan nasional dan tidak lagi terlibat dalam masalah keamanan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan amanat UUD 1945, yang menegaskan peran TNI sebagai pelindung negara.
Karier di Bidang Akademis dan Diplomasi
Agus juga aktif dalam berbagai lembaga akademis dan organisasi strategis. Ia pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Lembaga Ketahanan Nasional, Senior Fellow di Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, serta Direktur Eksekutif Institut Tata Pemerintahan Demokrasi Nasional.
Pada tahun 2022, Presiden ke-7 RI Joko Widodo melantik Agus sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina. Jabatan sebagai Gubernur Lemhannas kemudian digantikan oleh Andi Widjajanto.
Perjalanan Hidup yang Berdampak
Sebagai putra seorang pahlawan revolusi, Agus Widjojo meninggalkan warisan intelektual yang mendalam. Ia dikenang sebagai sosok yang selalu berkomitmen pada prinsip keadilan, keamanan, dan pengabdian.
Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan warisan intelektualnya terus hidup dalam benak masyarakat Indonesia.
0 Komentar