
Persiapan Bandara Sultan Hasanuddin untuk Angkutan Lebaran 2026
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, telah menyiagakan sebanyak 1.300 personel gabungan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Personel tersebut akan bertugas memastikan operasional penerbangan serta pelayanan kepada penumpang berjalan aman dan lancar selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan bahwa personel tersebut berasal dari pegawai internal PT Angkasa Pura Indonesia serta dukungan berbagai instansi seperti TNI, Polri, Otoritas Bandara, maskapai penerbangan, hingga petugas ground handling. Ribuan personel ini mengikuti apel pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026 di terminal kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (13/3/2026).
Bandara juga akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi pemantauan operasional penerbangan selama periode Lebaran. “Personel tersebut akan melakukan pengawasan operasional penerbangan, pelayanan penumpang, serta pengamanan di area bandara,” kata Minggus usai apel.
Selama periode Angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan mencapai 557.229 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu yang tercatat sebanyak 527.610 penumpang. Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga diproyeksikan mengalami kenaikan. Selama periode angkutan Lebaran, jumlah pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 3.954 penerbangan.
“Informasi saat ini sudah ada, maskapai juga mengajukan. Totalnya sekitar 50 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode Lebaran,” ujarnya. Beberapa penerbangan tambahan berasal dari maskapai AirAsia dan Sriwijaya Air. AirAsia menambah dua penerbangan untuk rute Makassar–Surabaya. Sementara Sriwijaya Air menambah 34 extra flight untuk rute Makassar–Ternate.
Minggus menyebut rute favorit penumpang dari Makassar antara lain Jakarta, Surabaya, dan Kendari. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026. Pada hari tersebut jumlah penumpang diperkirakan mencapai 37.344 orang dalam satu hari. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran atau 28 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 39.225 orang.
“Khusus untuk pergerakan penumpang pada hari ini, trafik berada di angka sekitar 27 ribu penumpang,” katanya. Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan bandara alternatif apabila terjadi cuaca buruk. Bandara yang disiapkan sebagai alternate airport adalah Bandara Balikpapan. “Jika terjadi cuaca buruk atau kendala operasional lainnya, penerbangan dapat dialihkan sementara ke Balikpapan,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, manajemen bandara juga melakukan pengecekan fasilitas di sisi udara maupun sisi darat. Pemeriksaan dilakukan terhadap runway, taxiway, apron, hingga fasilitas keselamatan dan navigasi penerbangan. Sementara di area terminal, layanan check-in, ruang tunggu, hingga area kedatangan penumpang dioptimalkan.
Minggus juga mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanan dengan baik dan datang lebih awal ke bandara. Ia mengingatkan penumpang menggunakan tips perjalanan 3-2-1. “Yakni tiga jam sebelum penerbangan sudah berangkat menuju bandara, dua jam sebelum keberangkatan sudah berada di area check-in, dan satu jam sebelum keberangkatan sudah berada di ruang tunggu,” jelasnya.
Selain peningkatan layanan operasional, bandara juga menghadirkan sejumlah kegiatan bagi penumpang selama Ramadan dan Lebaran. Di antaranya penampilan musik, parade Lebaran, hingga pembagian takjil kepada penumpang. Bandara juga menyiapkan tambahan area bermain anak di terminal. “Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi para penumpang selama periode mudik Lebaran,” tutupnya.
0 Komentar