Ferry Gorontalo-Sulteng Perluas Jadwal Pelayaran Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Ferry Gorontalo-Sulteng Perluas Jadwal Pelayaran Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo Jelang Lebaran

Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo mengalami lonjakan penumpang menjelang Lebaran Idulfitri 2026. Kenaikan ini terutama didominasi oleh perantau asal Sulawesi Tengah yang ingin kembali ke kampung halaman mereka. PT ASDP Indonesia Ferry, yang mengelola pelabuhan tersebut, telah menyiapkan pelayaran tambahan (extra trip) untuk mengantisipasi penumpukan penumpang.

Pada Kamis malam, jumlah penumpang mencapai sekitar 420 orang, yang merupakan kapasitas maksimal kapal. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk melakukan perjalanan meningkat secara signifikan. Pihak ASDP juga mengatakan bahwa penambahan jadwal pelayaran dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika jumlah penumpang biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran.

Rute dan Layanan yang Tersedia

Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo saat ini melayani dua rute utama dengan tiga tujuan di wilayah Sulawesi Tengah. Rute pertama adalah Gorontalo–Pagimana di Kabupaten Banggai, yang berjarak sekitar 64–68 kilometer dari Kota Luwuk. Sementara rute kedua adalah Gorontalo menuju Wakai dan Ampana. Kedua wilayah tersebut merupakan titik konektivitas penting menuju kawasan Kepulauan Togean.

KMP Tuna Tomini menjadi salah satu kapal yang digunakan untuk melayani rute-rute tersebut. Ampana sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una, sedangkan Wakai dikenal sebagai titik transit utama menuju destinasi wisata di Kepulauan Togean.

Penambahan Jadwal Pelayaran

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, ASDP menyiapkan pelayaran tambahan pada tanggal 14–17 Maret. Kapal yang tiba di pelabuhan tujuan akan langsung kembali berlayar ke Gorontalo. Pengawas Sarana dan Prasarana Transportasi ASDP, Nofri, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil guna menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan.

“Biasanya memang terjadi peningkatan penumpang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan menjelang Lebaran mulai meningkat.

Setelah masa angkutan Lebaran berakhir, jadwal pelayaran akan kembali berjalan normal seperti biasanya. Informasi jadwal pelayaran juga dapat diakses masyarakat melalui akun media sosial resmi Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.

Kekecewaan dan Kekhawatiran Calon Penumpang

Di sisi lain, sejumlah calon penumpang mengaku khawatir tidak mendapatkan tiket karena tingginya minat masyarakat untuk mudik. Salah satunya adalah Wiyan A Dwianti (22), mahasiswa Teknik Industri semester delapan yang hendak pulang ke kampung halamannya di Luwuk, Kabupaten Banggai.

Ia mengatakan perjalanan dari Gorontalo menuju Luwuk membutuhkan waktu cukup panjang, yakni sekitar delapan jam perjalanan laut yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar tiga jam. Wiyan mengaku khawatir tidak kebagian tiket karena jumlah penumpang biasanya meningkat drastis menjelang Lebaran.

“Ada rasa takut tidak dapat tiket karena sudah dekat Lebaran,” ujarnya. Saat ditemui di pelabuhan, Wiyan juga masih menunggu rekannya yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi. Menurutnya, jika temannya terlambat tiba di pelabuhan, ada kemungkinan mereka tertinggal kapal.

“Kalau tidak tepat waktu, bisa saja ditinggal kapal,” katanya.

Harapan Pengelola Pelabuhan

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri, pihak pengelola pelabuhan berharap penambahan perjalanan kapal dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan lebih lancar dan aman. Dengan adanya extra trip, diharapkan para penumpang tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan tiket dan dapat tiba di kampung halaman dengan nyaman.


0 Komentar