Gembira Loka Zoo Yogyakarta Rayakan Lebaran dengan Zona Cakar 4 dan Satwa Baru Afrika

Gembira Loka Zoo Yogyakarta Rayakan Lebaran dengan Zona Cakar 4 dan Satwa Baru Afrika

Kebun Binatang Gembira Loka Siap Sambut Libur Lebaran dengan Berbagai Pembaruan

Menjelang libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana di kebun binatang Gembira Loka Zoo Yogyakarta mulai terasa berbeda. Pengelola menyiapkan berbagai pembaruan agar pengunjung tidak hanya datang untuk rekreasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan satwa.

Selama periode libur Lebaran pada 18–29 Maret 2026, kebun binatang yang berada di Kota Yogyakarta ini akan membuka layanan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pengunjung juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti gratis naik kapal katamaran, kereta keliling, serta program edukasi satwa.

Saat ini Gembira Loka Zoo menampung sekitar 150 spesies dengan total kurang lebih 2.000 ekor satwa. Keberagaman koleksi satwa tersebut menjadikan kebun binatang ini salah satu destinasi edukasi satwa terbesar di Yogyakarta.

Direktur Utama Gembira Loka Zoo, KMT A. Tirtodiprojo, mengatakan bahwa setiap musim liburan menjadi momentum bagi pengelola untuk terus menghadirkan pembaruan. “Jadi Gembira Loka itu menyambut liburan itu sebagai hal yang wajib ya. Gembira Loka harus selalu inovatif dan kreatif di manapun,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Salah satu inovasi yang diperkenalkan tahun ini adalah rampungnya Zona Cakar 4. Area baru tersebut menjadi rumah bagi dua satwa baru asal Afrika, yakni African Painted Dog dan Red Fox. Menurut Joko Tirtono, konsep kandang di zona baru ini dibuat berbeda. Satwa tidak lagi ditempatkan dalam kerangkeng konvensional, melainkan di habitat yang memungkinkan pengunjung melihat lebih dekat tanpa mengganggu kenyamanan hewan.

“Ada dua jenis binatang baru, yaitu African Painted Dog dan Red Fox, menempati tempat yang baru. Dan suasananya berbeda, bukan kerangkeng tetapi mereka bisa lebih mendekatkan dengan pengunjung tetapi binatangnya lebih nyaman. Karena salah satunya di kebun binatang ini fungsi kesejahteraan satwa itu harus menjadi prioritas,” katanya.

Komitmen terhadap kesejahteraan satwa itu juga menjadi salah satu kebanggaan Gembira Loka. Kebun binatang ini menjadi satu dari dua kebun binatang di Indonesia yang memperoleh sertifikasi kesejahteraan satwa tingkat SEASA atau Asia Tenggara. Dengan bekal tersebut, Gembira Loka juga tengah bersiap menjadi anggota asosiasi kebun binatang dunia yang rencananya akan diresmikan pada Oktober mendatang di Jerman.

Selain itu, akreditasi kebun binatang ini juga tetap berada pada peringkat A pada 2026. Dari seluruh kebun binatang di Indonesia, hanya ada tiga yang memperoleh akreditasi tersebut, dan Gembira Loka termasuk yang memiliki nilai tertinggi.

Dari sisi tarif, pengelola tidak melakukan perubahan harga tiket selama musim Lebaran. Harga tiket tetap Rp85.000 per orang, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sementara pada hari biasa tarif masuk dipatok Rp60.000 untuk weekday dan Rp75.000 saat weekend. Sebagai tambahan, pengunjung lansia berusia 70 tahun ke atas serta anak dengan tinggi badan di bawah 80 sentimeter dapat masuk secara gratis.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pihak pengelola tidak memasang target terlalu tinggi untuk jumlah kunjungan. Fokus utama mereka adalah menjaga stabilitas jumlah wisatawan sekaligus memastikan pengalaman berkunjung tetap nyaman.

“Tahun-tahun lalu per hari bisa sampai 48.000 pengunjung. Tapi sekarang kita lebih senang manusianya melihat binatang, bukan binatang melihat manusia,” ujar Joko Tirtono.

Karena itu, kapasitas pengunjung kini dibatasi maksimal sekitar 12.000 orang per hari setelah pandemi. Dengan sistem distribusi kunjungan yang lebih merata, aktivitas ekonomi di dalam kawasan kebun binatang mulai dari toko suvenir hingga restoran tetap berjalan.

Selama periode libur Lebaran, pengelola menargetkan rata-rata sekitar 10.000 pengunjung per hari atau sekitar 70.000 pengunjung dalam satu pekan masa liburan.

Bagi manajemen Gembira Loka, angka kunjungan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Pelayanan kepada pengunjung tetap menjadi citra utama yang ingin dijaga.

“Image yang paling utama adalah satu, pelayanan pengunjung. Kita mengutamakan itu,” kata Joko Tirtono.


0 Komentar